Desember, BI Hanya Miliki 3 Deputi Gubernur

Jumat, 21/09/2012

NERACA

Jakarta-- Bank Indonesia akan mulai mengurangi jumlah deputi gubernur dengan tidak mengirimkan nama calon pengganti Ardhayadi Mitroadmojo yang habis masa jabatannya pada November ini. "Kita memang hanya mengajukan nama untuk menggantikan posisi Deputi Gubernur Budi Mulya karena tugas manajemen internal yang dilakukan Pak Ardhayadi nantinya akan berkurang dengan mulai beroperasinya OJK," kata Direktur Grup Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Kamis.

Menurut Difi, dengan mulai beroperasinya OJK dan tugas pengawasan perbankan dari BI dipindah ke OJK, maka tugas manajemen internal dan operasional di BI akan berkurang dan tidak perlu dilakukan oleh seorang deputi gubernur. "Nantinya tugas manajemen dan operasional internal akan dipegang oleh asisten gubernur BI yang saat ini masih kita garap," tambahnya

Difi mengatakan pihaknya bukan meniadakan jumlah deputi gubernur BI yang menurut UU Nomor 6/2009 sekurang-kurangnya empat orang atau sebanyak-banyaknya tujuh orang Deputi Gubernur, namun hanya mengosongkannya.

Saat ini, Deputi Gubernur BI diisi oleh Halim Alamsyah, Hartadi A Sarwono, Ardhayadi Mitroadmojo, dan Budi Mulya (nonaktif). Posisi Gubernur dipegang Darmin Nasution yang akan habis masa jabatannya Mei 2013.

Wakil ketua Komisi XI, Harry Azhar Aziz sebelumnya mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menyerahkan nama calon deputi gubernur BI pengganti Budi Mulya. Nama yang diajukan Presiden SBY adalah Direktur Eksekutif Departemen Riset dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjiyo dan Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter BI, Hendar. Dua nama itu merupakan nama yang sebelumnya diajukan oleh Gubernur BI Darmin Nasution kepada Presiden SBY sesuai prosedur dalam UU.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Pegawai Bank Indonesia (Ipebi) Agus Susanto mengatakan saat ini bank sentral tengah merestrukturisasi fungsi-fungsi tertentu agar pada saat pemindahan tanggung jawab ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak perlu dilakukan perombakan fungsi dan tanggung jawab. “BI akan melakukan mirroring organisasi. Organisasi yanga da di OJK akan di-mirror oleh BI. Kalau di sana misalnya ada Unit Pengawasan Bank 1, BI juga akan bikin unit Pengawasan Bank 1,” ujarnya

Dengan begitu, lanjutnya, pada saat melakukan perpindahan, struktur baru itu tidak lagi perlu mengalami perombakan. Artinya struktur dan fungsi hasil restrukturisasi BI saat ini akan sama persis dengan susunan kelembagaan OJK nantinya. “Hal itu perlu dilakukan agar pada saat terjadi perpindahan sistem pegawai tidak perlu bingung dalam melaksanakan tugasnya karena sudah biasa melakukan tugas yang sama,” ucapnya

Dia menjelaskan penciptaan struktur yang identik itu saat ini tengah dilakukan oleh tim khusus dari BI. Tim khusus nantinya akan bekerjasama dengan Dewan Komisioner OJK yang berhak mengatur kepengurusan di dalam OJK. **ria