PNM Terbitkan Obligasi Rp 1 Triliun Tahun Depan

NERACA

Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun di tahun 2013. Nantinya, dana ini akan digunakan untuk meningkatkan permodalan pembiayaan kredit Usaha Kecil Menengah (UKM).

Executive Vice President PNM, Bambang Siswaji, mengatakan, saat ini rencana penerbitan obligasi Rp 1 triliun masih dalam tahap pembahasan, “Apabila disetujui pemegang saham rencananya sebesar Rp1 triliun dan disesuaikan juga dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2013,"katanya di Jakarta kemarin.

Dia mengungkapkan, kebutuhan pembiayaan kredit UKM perseroan pada tahun depan diproyeksikan mencapai Rp4 triliun, naik dibandingkan target tahun ini yang mencapai Rp3,1 triliun.

Pada 2012 ini RKAP perseroan mencapai Rp1 triliun, di mana sebagian besar dari RKAP ini dipergunakan dalam penerbitan medium term notes (MTN) dan obligasi dengan total penggunaan Rp770 miliar,”Penerbitan obligasi dan MTN ini merupakan langkah strategis diversifikasi sumber pendanaan dalam kegiatan penyaluran kredit," tuturnya.

Sementara analis Recapital Securities, Pardomuan Sihombing, mengungkapkan bahwa ke depannya obligasi akan menjadi salah satu sumber pendanaan terbesar. "Dengan adanya obligasi UKM ini maka pasar modal semakin membumi, karena nantinya investor yang menyerap berasal dari ritel," katanya.

Di sisi lain, lanjutnya, akses pendanaan pasar modal bagi UKM belum ada selain obligasi UKM ini. Sebagai informasi, PNM akan menggenjot sumber pembiayaan dari obligasi untuk mendanai kredit UKM seiring potensi pertumbuhan terhadap sektor itu.

Direktur Bisnis PNM, Tri Susilo pernah bilang, dari 52,7 juta unit UKM di Indonesia, sekitar 75% belum tersentuh pendanaan melalui pinjaman perbankan. Kondisi itu menjadi peluang yang cukup baik bagi sumber dana untuk masuk ke bisnis UKM. "Untuk itulah obligasi UKM diterbitkan. Dan penerbitan obligasi PNM untuk UKM menjadi pelopor," katanya.

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan, obligasi UKM mendapat dukungan dari "stakeholder", khususnya Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), serta otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI). (bani)

BERITA TERKAIT

Gandeng Perusahaan Tiongkok - Kresna Berambisi Terdepan Garap Bisnis Starup

NERACA Jakarta-Sibuk membawa beberapa anak usahanya go public dan juga sukses mengembangkan bisnis digitalnya, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)…

Bangun Kompleks Petrokimia - Chandra Asri Petrochemical Dapat Tax Holiday

NERACA Jakarta – Sebagai komitmen patuh terhadap pajak, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) mendapatkan keringanan pajak atau tax holiday…

Ekspansi Bisnis di Kongo - 10 Perusahaan Indonesia Garap Proyek Strategis

NERACA Jakarta – Membidik potensi pasar luar negeri dalam pengembangan bisnisnya, The Sandi Group (TSG) Global Holdings bersama entitas bisnisnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…