BEI Beri Pembinanan Pengawasan AB Soal Online Trading - Tingkatkan Kepatuhan

NERACA

Jakarta – Maraknya perusahaan sekuritas menyediakan fasilitas transaksi on line trading, kini menjadi pekerjaan baru bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan pembinaan terhadap anggota bursa yang belum memiliki sistem pengawasan transaksi perdagangan saham bagi nasabah berbasis internet (online trading).

Direktur Perdagangan dan Kepatuhan Anggota BEI, Samsul Hidayat mengatajan, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada anggota yang belum memiliki sistem pengawasan transaksi perdagangan berbasis internet, “Kami segera melakukan pembinaan dan melihat apa kendalanya bagi anggota bursa," katanya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, pihak Bursa telah melakukan audit kepada perusahaan efek yang memiliki fasilitas "online rading" terkait pengawasannya. Sementara Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo menambahkan, baru sebanyak 40 perusahaan efek yang sudah memiliki sistem pengawasan transaksi "online trading".

Berdasarkan hasil audit, dipaparkan dia, pihaknya telah memeriksa 69 anggota bursa hingga semester pertama 2012 dan secara umum ada peningkatan kepatuhan anggota bursa dari hasil itu, khususnya dalam jumlah broker yang membangun sistem pengawasan transaksi nasabah.

Penerapan sistem pengawasan transaksi merupakan salah satu implementasi dari perubahan peraturan A-III tentang Keanggotaan Bursa. Dalam peraturan itu disebutkan, anggota bursa wajib memiliki "front dan back office system" yang memadai dan dapat mendukung "bussines continuity plan" (BCP) melalui sistem perdagangan jarak jauh (remote trading) yang dikembangkan Bursa.

Selain itu, dalam peraturan tersebut juga menyebutkan anggota bursa untuk memiliki sistem pengawasan dan petugas yang mengawasi pola transaksi nasabah di luar kewajaran bagi AB yang menyediakan fasilitas penyampaian pesanan secara langsung bagi Nasabah.

Sebelumnya, Kepala Riset Milenium Danatama Sekuritas, Abidin mengatakan, audit yang dilakukan oleh otoritas BEI untuk memastikan sistem yang dimiliki oleh anggota bursa sesuai dengan parameter transaksi yang telah ditetapkan.

Dengan adanya sistem pengawasan transaksi nasabah itu, diharapkannya, dapat mengurangi jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh investor khususnya aksi pembentukan harga semu. Pasalnya saat ini BEI dapat mengawasi transaksi nasabah secara langsung khususnya karena adanya identitas tunggal investor (single investor identification).(bani)

BERITA TERKAIT

Pefindo Beri Peringkat A- MTN SNP Finance

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA- intuk MTN I Tahap I/2017 PT Sunprima Nusantara Pembiayaan…

BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban…

YPA-MDR Fokuskan Prestasi Akademik Tahun 2018 - Tingkatkan Mutu Pendidikan Prasejahtera

Sebagai bentuk komitmen tingkatkan mutu di daerah prasejahtera, PT. Astra International Tbk melalui Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…