Akhir Pekan, Indeks BEI Belum Beranjak Tekanan

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 27,195 poin (0,64%) ke level 4.217,516. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun 5,604 poin (0,77%) ke level 725,451. Pelemahan indeks dipengaruhi sentimen negatif bursa Asia karena melambatnya manufaktur China menjadi kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi Asia.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, pelemahan IHSG didorong oleh sentimen negatif dari bursa regional menyusul data manufaktur China dan data ekspor Jepang yang melemah, “Keluarnya data dari dua kekuatan ekonomi terbesar di Asia itu menutup sentimen positif dari langkah Bank Sentral Jepang melakukan pembelian kembali (buyback) obligasi dari pasar, mengikuti langkah the Fed dan ECB," katanya di Jakarta, Kamis (20/9).

Selain faktor eksternal, lanjut dia, fokus pasar domestik tampaknya sedikit banyak juga tersita oleh Pemilukada Gubernur DKI Jakarta. Berikutnya, dia memproyeksikan indeks BEI Jum’at akhir pekan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran 4.190-4.232 poin.

Sementara saham yang layak dikoleksi yaitu, Semen Gresik (SMGR), Ciputra Development (CTRA), Modernland Realty (MDLN), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA). Pada perdagangan Kamis aksi jual menyasar saham-saham unggulan yang kemarin naik tinggi, yaitu konsumer dan tambang. Saham-saham lapis dua juga ikut terpangkas, terutama di sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 127.665 kali pada volume 8,671 miliar lembar saham senilai Rp 3,98 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 113 saham turun, dan 100 saham stagnan. Koreksi bursa-bursa di Asia semakin dalam dan bahkan, pasar saham China jatuh lebih dari dua persen gara-gara manufaktur negaranya melambat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 750 ke Rp 6.250, Surya Toto (TOTO) naik Rp 500 ke Rp 7.450, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 300 ke Rp 14.100, dan Jasa Prima (KARW) naik Rp 290 ke Rp 1.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 1.300 ke Rp 11.600, Unilever (UNVR) turun Rp 1.050 ke Rp 26.650, Delta Dunia (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 242.000, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 22.000.

Sementara perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah 18,976 poin (0,45%) ke level 4.225,735. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 4,829 poin (0,66%) ke level 726,226. Seolah kompak dengan pasar saham Asia, indeks sama sekali tidak mampu menanjak ke zona hijau sejak awal perdagangan. Bahkan, indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.215,129.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 69.408 kali pada volume 3,172 miliar lembar saham senilai Rp 1,689 triliun. Sebanyak 92 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Supreme Cable (SCCO) naik Rp 650 ke Rp 6.150, Jasa Prima (KARW) naik Rp 370 ke Rp 1.880, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 200 ke Rp 14.000, dan Surya Citra Media (SCMA) naik Rp 200 ke Rp 10.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Dunia (DLTA) turun Rp 8.000 ke Rp 235.000, Unilever (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 27.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 500 ke Rp 48.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 40.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka tertekan 11,97 poin atau 0,28% mengikuti bursa regional pada Kamis ke posisi 4.232,74. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 3,05 poin (0,42%) ke level 728,01, “Bursa Asia dibuka melemah memfaktorkan penurunan 'merchandise trade exports' yang turun 5,8% YoY di Agustus dan juga akibat penguatan mata uang yen," kata analis Samuel Sekuritas Benedictus Agung.

Dia menambahkan, koreksi IHSG juga dipicu telah menguatnya indeks BEI pada hari sebelumnya sehingga bursa saham diperkirakan bergerak "mixed to lower" mengikuti regional dengan di level 4.221 poin.

Tercatat bursa regional di antaranya indeks Hang Seng melemah 66,74 poin (0,32%) ke level 20.775,17, indeks Nikkei-225 turun 53,40 poin (0,58%) ke level 9.178,81, dan Straits Times melemah 6,30 poin (0,20%) ke level 3.069,33. (bani)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Rights Issue - Glencore Akuisisi Saham CITA Rp 1,19 Triliun

NERACA Jakarta – Di tengah melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) seiring dengan sentien virus…

Bentuk Manajemen Baru - Saham AISA Dipastikan Tidak Didelisting

NERACA Jakarta – Resmi terbentuknya manajemen baru pasca tersandung masalah hukum hingga berujung suspensi saham yang berkepanjangan, kini manajemen PT…

Gelar Rights Issue - Bank Banten Bidik Dana di Pasar Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Masih negatifnya kinerja keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS), tidak menyurutkan rencana aksi korporasi perseroan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mudahkan Pengembang Cari Modal - DPD REI DKI Targetkan Lima Anggotanya IPO

NERACA Jakarta –Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta mengajak anggotanya yang merupakan perusahaan pengembang…

Ketatnya Kompetisi Pasar Mobil - Pendapatan Astra Internasional Terkoreksi Tipis 1%

NERACA Jakarta – Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT Astra Internasional Tbk (ASII). Pasalnya, sentimen melorotnya…

IHSG Merana Karena Corona - BEI Cermati Pasar Hingga Protokol Krisis

NERACA Jakarta – Tren penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) sejak Senin awal pekan kemarin sebagai respon sentimen negatif virus…