Langkah Spanyol Membuat Rupiah Melemah

NERACA

Jakarta---Mata uang rupiah kembali melemah sebesar 20 poin. Padahal rupiah sempat terapresiasi cukup signifikan pada tadi pagi. Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Kamis sore bergerak melemah sebesar 20 poin menjadi Rp9.560 dibanding sebelumnya di posisi Rp9.540 per dolar AS.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipicu masih adanya sentimen negatif global dimana kali ini datang dari langkah Spanyol yang menunda meminta dana talangan (bailout).

Menurut Reza Priyambada, pengajuan penundaan Spanyol itu itu menjadi salah satu syarat untuk mengaktifkan intervensi obligasi negara-negara bermasalah oleh bank sentral Eropa (ECB). "Meskipun terdapat sentimen positif dari bank sentral Jepang (BoJ), sentimen Spanyol cukup kuat sehingga memberi dampak negatif bagi pasar uang," ujarnya

Reza menambahkan, pelaku pasar juga masih mengkhawatirkan efek ketegangan antara China dan Jepang yang dapat mengganggu upaya pemulihan ekonomi. "Kendati bukan sengketa dalam hal perekonomian, namun dimungkinkan bisa saja mempengaruhi perdagangan antar kedua belah pihak yang berujung pada permasalahan ekonomi," paparnya

Padahal, sambung Reza, rupiah sempat mendapat sentimen positif dari pengucuran stimulus moneter oleh BoJ, meski demikian, pelaku pasar masih mengkhawatirkan efek ketegangan antara China dan Jepang yang dapat mengganggu upaya pemulihan ekonomi.

Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan nilai tukar rupiah juga masih dibayangi sentimen global di mana kali ini datang dari langkah Spanyol yang menunda meminta dana "bailout". "Padahal pengajuan tersebut menjadi salah satu syarat untuk mengaktifkan intervensi obligasi negara-negara bermasalah oleh ECB," tambahnya.

Sedangkan pengamat pasar uang Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menambahkan, minimnya sentimen di dalam negeri juga tidak terlalu kuat untuk mengangkat indeks BEI. "Sentimen dalam negeri belum terlalu kuat, penguatan rupiah cenderung didorong oleh sentimen dari eksternal. Kendati Pemilukada menjadi perhatian investor di pasar keuangan tetapi tidak terlalu berpengaruh," tukasnya

Lana menambahkan minat investor terhadap risiko kembali meningkat paska pengumumman stimulus bank Sentral Jepang (BoJ) yang telah menaikkan jumlah pembelian aset sebesar 10 triliun yen. "Sentimen dalam negeri belum terlalu kuat, penguatan rupiah cenderung didorong oleh sentimen dari eksternal. Kendati Pemilukada menjadi perhatian investor di pasar keuangan tetapi tidak terlalu berpengaruh," jelasnya

Dikatakan Dosen FEUI ini, BoJ akan melonggarkan kebijakan moneternya dengan meniadakan persyaratan minimum "return" dari obligasi yang dibeli dan menambah anggaran untuk program pembelian aset. "BoJ mengikuti bank sentral lainnya memberikan stimulus tambahan untuk mendorong perekonomian. Kebijakan moneter ekspansi ini diharapkan mendorong inflasi dan pertumbuhan ekonomi Jepang yang melambat," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ada Virus Positif Astra di Festival Kampung Berseri - Langkah Kongkrit Untuk Warga Kupang

Berangkat dari kepedulian terhadap keterbelakangan dunia pendidikan bagi siswa di Indonesia timur, khususnya di Kupang membuat Astra Grup untuk terjun…

BI Dorong Penggunaan Rupiah Di Perbatasan

      NERACA   Jayapura – Bank Indonesia (BI) terus melakukan sejumlah upaya agar mata uang Rupiah menjadi satu-satunya…

Perangkat Lunak Bajakan Terinfeksi Malware - Rugikan Triliunan Rupiah

NERACA Jakarta - Sebesar 92% laptop dengan perangkat lunak bajakan di Asia Pasifik telah terinfeksi dengan malware berbahaya. Sebuah studi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

64 Bank Terdampak Status Gunung Agung

  NERACA Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 64 bank umum dan bank perkreditan rakyat terdampak status awas…

Bank Banten Jalin Kerjasama dengan Tokopedia

NERACA Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menjalin kerja sama dengan PT Tokopedia dalam hal kemitraan strategis…