Lembaga Riset Dapat Dana Sponsor

Kamis, 20/09/2012

NERACA

Jakarta—Lembaga-lembaga riset dan survey yang mendapatkan dana dari sponsor, terutama kandidat kepala daerah dinilai tak masalah. Namun demikian lembaga riset harus jujur menggunakan metodologinya. “Tak masalah mendapat sponsor dari mana, tapi harus jujur dong menggunakan metodologi, sehingga hasilnya juga obyektif,” kata anggota Komisi XI DPR F-PDIP, Dolfie Palit yang didamping peneliti Rekode (Riset Kebijakan Otonomi Daerah) di Jakarta,19/9

Namun demikian, kata Dolfie, tak mau menyebut lembaga-lembaga survey yang menerima dana sponsor tersebut. “Tak usahlah disebut, masyarakat bisa menilainya sendiri,” ujarnya.

Yang jelas, lata Dolfie lagi, hasil kajian Rekode mengisyaratkan dalam surveinya pasangan Jokowi-Ahok menang dalam pemilihan putaran II yang akan digelar pada Kamis (20/9) besok. Meski ada pengaruh suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang melibatkan H. Rhoma Irama beberapa waktu lalu yang mencapai 27 % di kalangan masyarakat bawah. Namun jika keterlibatan pemilih mencapai 60 %, maka SARA tidak berpengaruh dan Jokowi-Ahok dipastikan tetap menang.

Diakui Dolfie, ada kekhawatiran sekaligus menjadi ancaman bagi kemenangan Jokowi-Ahok. Karena itu pihaknya berharap kalangan menengah ke atas yang jumlahnya lebih besar bisa aktif dalam keikutsertaan dalam Pilkada DKI Jakarta ini.

Metodologi survei dilakukan di wilayah Jakarta pada warga yang berusia di atas 17 tahun, yang mempunyai hak pilih. Sampel survey dilakukan terhadap warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) 2012, sebanyak 400 responden di 42 kelurahan pada 11 September 2012. Dengan sampel error sekitar 4,9 % pada tingkat kepercayaan 95 %.

Sementara itu elektabilitas pendukun kedua pasangan ternyata tidak berbanding lurus dengan kebesaran partai yang berkoalisi mendukung Foke-Nara dan Jokowi-Ahok. Demokrat misalnya hanya 40% yang memilih, Golkar 22%, PKS 23%, PAN 50%, PPP 33% yang memilih Foke-Nara. Sedangkan PDIP 14% dan Gerindra 17 % yang tidak memilih Jokowi-Ahok. Dan, PKB tidak masuk dalam elektabilitas partai ini. **cahyo