Lembaga Riset Dapat Dana Sponsor

NERACA

Jakarta—Lembaga-lembaga riset dan survey yang mendapatkan dana dari sponsor, terutama kandidat kepala daerah dinilai tak masalah. Namun demikian lembaga riset harus jujur menggunakan metodologinya. “Tak masalah mendapat sponsor dari mana, tapi harus jujur dong menggunakan metodologi, sehingga hasilnya juga obyektif,” kata anggota Komisi XI DPR F-PDIP, Dolfie Palit yang didamping peneliti Rekode (Riset Kebijakan Otonomi Daerah) di Jakarta,19/9

Namun demikian, kata Dolfie, tak mau menyebut lembaga-lembaga survey yang menerima dana sponsor tersebut. “Tak usahlah disebut, masyarakat bisa menilainya sendiri,” ujarnya.

Yang jelas, lata Dolfie lagi, hasil kajian Rekode mengisyaratkan dalam surveinya pasangan Jokowi-Ahok menang dalam pemilihan putaran II yang akan digelar pada Kamis (20/9) besok. Meski ada pengaruh suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) yang melibatkan H. Rhoma Irama beberapa waktu lalu yang mencapai 27 % di kalangan masyarakat bawah. Namun jika keterlibatan pemilih mencapai 60 %, maka SARA tidak berpengaruh dan Jokowi-Ahok dipastikan tetap menang.

Diakui Dolfie, ada kekhawatiran sekaligus menjadi ancaman bagi kemenangan Jokowi-Ahok. Karena itu pihaknya berharap kalangan menengah ke atas yang jumlahnya lebih besar bisa aktif dalam keikutsertaan dalam Pilkada DKI Jakarta ini.

Metodologi survei dilakukan di wilayah Jakarta pada warga yang berusia di atas 17 tahun, yang mempunyai hak pilih. Sampel survey dilakukan terhadap warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) 2012, sebanyak 400 responden di 42 kelurahan pada 11 September 2012. Dengan sampel error sekitar 4,9 % pada tingkat kepercayaan 95 %.

Sementara itu elektabilitas pendukun kedua pasangan ternyata tidak berbanding lurus dengan kebesaran partai yang berkoalisi mendukung Foke-Nara dan Jokowi-Ahok. Demokrat misalnya hanya 40% yang memilih, Golkar 22%, PKS 23%, PAN 50%, PPP 33% yang memilih Foke-Nara. Sedangkan PDIP 14% dan Gerindra 17 % yang tidak memilih Jokowi-Ahok. Dan, PKB tidak masuk dalam elektabilitas partai ini. **cahyo

BERITA TERKAIT

IIF Dapat Kucuran Rp1 triliun dari JICA - Untuk Bangun Infrastruktur

    NERACA   Jakarta - PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menandatangani perjanjian pinjaman sebesar ¥ 8.000.000.000 atau sekitar Rp…

PII Galang Dana Lewat Surat Utang - Bidik Dana Kelola Rp 21 Triliun

NERACA Jakarta – Merambah bisnis industri keuangan, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha…

Sriboga Raturaya Bidik Dana US$ 150 Juta - Gelar IPO di Semester Satu 2018

NERACA Jakarta - Minat perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal cukup besar, kali ini datang dari pengelola jaringan resto…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Penyaluran Dana Desa Capai Rp59,2 Triliun

      NERACA   Bogor - Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengatakan realisasi dana desa…

Membantah Generasi Milenial yang Terancam Tak Punya Hunian

      NERACA   Bekasi - Ada anggapan generasi milenial yang berusia di bawah 25 tahun tidak mampu mempunyai…

IBM Indonesia Berkolaborasi dengan Partner Lokal - Akselerasi Bisnis Digital

    NERACA   Jakarta - IBM Indonesia menggelar IBM Indonesia Partner Solutions Summit, yang diselenggarakan di JW Marriot Jakarta.…