BEI Kembali Mendesak BUMN Non- Listed Untuk IPO

Kamis, 20/09/2012

NERACA

Jakarta – Mendominasinya perusahaan BUMN non listed yang menjuarai Annual Report Award 2011 menjadi bukti sudah saatnya perusahaan plat merah tersebut masuk dalam industri pasar modal, karena sudah mencatatkan kinerja yang bagus.

Permintaan inilah yang disampaikan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito yang mengatakan, semua perusahaan BUMN yang non listed yang menang ARA ini perlu disuruh IPO, “Mereka yang juarai ARA 2011 ini sudah cukup baik dakam penyampaikan laporan keuangan dan CGC mereka sudah bagus, maka sudah saatnya mencatatkan saham di pasar modal,”katanya di Jakarta kemarin.

Kendatipun demikian, dia mengakui, sampai saat ini belum ada perbincangan dengan perwakilan pemegang saham BUMN, yaitu Kementerian BUMN. Pihaknya mengharapkan, Menteri BUMN dapat mendorong BUMN Non-Listed yang menang Annual Report Award 2011 dapat melakukan penawaran saham perdana.

Lebih lanjut dia mengatakan, jumlah peserta mengalami kenaikan dalam ARA 2011. Saat ini ada 200 perusahaan baik perusahaan terbuka dan non listed mengikuti ajang penghargaan pasar modal ini. Dimana jumlah peserta ARA meningkat 4% dibandingkan tahun lalu.

Selain itu kriteria penilaian untuk ARA pada setiap tahun memiliki kriteria yang berbeda, untuk tahun ini kriterianya adalah keterbukaan laporan tahunan terhadap perusahaan dan praktek GCG dan akan dikaji ulang oleh dewan juri pada setiap pelaksanaan ARA. "Kriteria tahun lalu berbeda dengan yang sekarang, ada beberapa penambahannya selain itu peserta ARA setiap tahun jumlahnya bertambah atau naik empat persen,”paparnya.

Adapun beberapa BUMN Non-Listed yang memenangkan penghargaaan ARA 2011 antara lain Asabri, Asuransi Jasindo, Jamsostek, Angkasa Pura I, PTPN V, PTPN XIII. Sementara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terpilih sebagai juara umum ARA 2011. Emiten BUMN ini telah memenangkan gelar juara umum sebanyak dua kali yang pertama adalah untuk ARA 2009 yang disampaikan pada 2010.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), Hendi Prio Santoso mengatakan, penghargaan untuk PGN dari sisi keuangan sudah cukup banyak dari luar negeri juga. Pihaknya juga pernah mendapatkan penghargaan se-Asia Tenggara.

Selain itu, pihaknya memang mempersiapkan dengan baik untuk pelaporan tahunan ini. Dalam tubuh perseroan memiliki tim annual report yang dibentuk dari divisi keuangan, investor relation, government relation, sehingga penyampaiannya lebih menyeluruh.

Hendi menuturkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini diharapkan bisa mencapai minimal 10%. Pihaknya pun tengah berupaya merampungkan akuisisi untuk memperluas bisnisnya dengan akuisisi blok migas. Perseroan tengah membidik blok migas di dalam dan luar negeri.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Ambono Janurianto menuturkan, pihaknya bersyukur dengan penghargaan ini karena persepsi cukup bagus mengenai keterbukaan dari apa yang disampaikan perseroan. "Ini sebagai apresiasi pada malam ini dan keterbukaan amat penting. Orang bisa katakan apapun terhadap kita tergantung bagaimana orang memandang kita. Penghargaan ini bisa membuktikan aspirasi publik kalau perusahaan cukup terbukam," tutur Ambono. (bani)