ADB Salurkan Pinjaman US$17,5 M - Untuk Pulihkan Ekonomi Asia

Untuk Pulihkan Ekonomi Asia

ADB Salurkan Pinjaman US$17,5 M

Manila-Konsentrasi Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) untuk meningkatkan perekonomian Asia dibuktikan dengan naiknya pemberian pinjaman hingga US$ 17,51 miliar sepanjang pada tahun 2010. Total pinjaman itu untuk dukungan investasi sebesar US$ 15,50 miliar dan US$ 1,68 miliar untuk dukungan kebijakan dan US$ 327 juta untuk bantuan teknis

"Kawasan ini terus bergerak melalui pemulihan ekonomi untuk mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan, maka harus menjamin paradigma pertumbuhan itu menjadi lebih infklusif untuk memberikan keuntungan sebanyak mungkin kepada masyarakat," kata Presiden ADB, Haruhiko Kuroda dalam siaran persnya, Rabu (20/4)

Yang jelas berdasarkan kajian ADB, kata Haruhiko, dari 20 negara berkembang Asia, ternyata ada 14 negara yang mengalami peningkatan koefisian GINI (sebuah patokan untuk ketidakseimbangan) dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini seiring peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kawasan Asia Pasifik kini masih tercatat sebagai kawasan yang dihuni oleh penduduk miskin absolut.

ADB juga telah mengumumnan rencana operasionalnya untuk sektor khusus dan area yang tematik. Pada 2010, ADB telah menyetujui 3 rencana operasional untuk perubahan iklim, transportasi yang berkesinambungan dan pendidikan.

Catatan ADB pada 2010 menyebutkan pendanaan khususnya telah memberikan pembiayaan hingga US$ 13,84 miliar, dimana US$ 11,46 miliar untuk 118 pinjaman, US$ 243 juta untuk 8 investasi saham, US$ 982 juta untuk hibah proyek, US$ 982 juta untuk 5 penjaminan dan US$ 176 juta untuk proyek bantuan teknis. Mitra pembiayaan menyediakan US$ 3,67 miliar, sehingga total pembiayaan mencapai US$ 17,51 miliar.

ADB pada tahun 2010 juga mengeluarkan surat berharga tematik untuk pertama kalinya, dengan menerbitkan Water Bond sebesar US$ 638 juta melalui Clean Energy Bonds. Untuk surat berharga lokal, ADB telah meluncurkan CNY1,2 miliar surat utang global yuan di Hong Hong.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, Sabtu (26/2/2011), 3 kreditur besar yang memberikan utang ke pemerintah adalah Jepang, Bank Pembangunan Asia (ADB/Asian Development Bank), dan Bank Dunia. Rincian pinjaman atau utang Indonesia ke kreditur besar itu hingga akhir Februari 2011 adalah:

Jepang dengan nilai US$ 30,59 miliar atau 44,5% dari total pinjaman pemerintah Bank Dunia dengan nilai US$ 16,1 miliar atau 16,1% dari total pinjaman pemerintah. Sementara ADB dengan nilai US$ 11,33 miliar atau 16,5% dari total pinjaman pemerintah Kreditur lainnya senilai US$ 15,77 miliar atau 22,9% dari total pinjaman pemerintah. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bhinneka.com Mantapkan Integrasi Kanal Pemasaran dan Teknologi

    NERACA     Jakarta ‒ Transformasi Bhinneka.Com menjadi business super-ecosystem merupakan sebuah keniscayaan. Perkembangan teknologi dan iklim bisnis…

Jokowi : Bangun Jalan Tol Jangan Tunggu IRR Tinggi

  NERACA Pekanbaru -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pembangunan jalan tol yang kini dikebut oleh pemerintah, terutama untuk…

Pemerintah Siapkan Rp8,48 Triliun untuk Pembangunan Perumahan

  NERACA                      Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana pembangunan perumahan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LPSK Dinilai Gagal Lindungi Pelapor Kasus Korupsi Hambalang

    NERACA   Jakarta - Sejatinya, Negara melalui Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban alias LPSK berkewajiban memberikan perlindungan maksimal…

Inovasi Ritase Didorong Generasi Milenial

    NERACA    Jakarta - Generasi milenial, mereka yang lahir antara 1980 hingga 2000, semakin nyata kehadirannya di masyarakat,…

Bhinneka.com Mantapkan Integrasi Kanal Pemasaran dan Teknologi

    NERACA     Jakarta ‒ Transformasi Bhinneka.Com menjadi business super-ecosystem merupakan sebuah keniscayaan. Perkembangan teknologi dan iklim bisnis…