Kantongi Izin DPR, BTN Optimis Rights Issue Sesuai Jadwal

NERACA

Jakarta – Rencana PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menerbitkan saham baru (rights issue) akan berjalan mulus. Pasalnya, perseroan sudah mengantongi izin dari Komisi XI DPR RI sebagai mitra kerjanya.

Merespon disetujuinya rights issue BTN oleh DPR, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya alan mendukung langkah rights issue ini dan memastikan proses yang dilakukan telah taat asas serta sesuai dengan ketentuan, “Semua mendukung dan telah merespon dalam waktu dekat, karena pemikiran kita sama untuk mendorong BTN menjadi bank kuat, memiliki tabungan kuat dan membantu masyarakat miskin," katanya di Jakarta, Rabu (19/9).

Sementara Ketua Komisi XI DPR RI Emis Moeis mengingatkan, dengan disetujuinya right issue tersebut, BTN dituntut untuk memperbaiki kinerja perseroan karena ini langkah yang berat membawa BTN bisa meningkatkan penguatan permodalan dan pertumbuhan kredit.

Hal yang sama juga disampaikan anggota DPR dari Fraksi PDI-P Indah Kurnia yang mengharapkan dengan persetujuan rights issue ini, BTN dapat berbenah dengan meningkatkan pelayanan dan menambah dana pihak ketiga serta jumlah gerai Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

Sebelumnya, Direktur Utama BTN Iqbal Latantro pernah bilang, pihaknya menyakini penerbitan rights issue akan dilakukan tahun ini dan optimis sesuai jadwal. Pasalnya, pembahasan rights issue dengan Komisi XI DPR sempat tertunda.

Menurut rencana penerbitan saham baru atau right issue ini akan dilakukan sebanyak 1,5 miliar lembar saham untuk mencapai kepemilikan masyarakat sebesar 40%. Sementara, perkiraan net proceed yang diperoleh ketika pencatatan efek di BEI dimulai pada minggu pertama Desember 2012 adalah berkisar antara Rp1,76 triliun hingga Rp2,36 triliun.

Tujuan dari right issue ini antara lain untuk penguatan permodalan untuk meningkatkan rasio kecukupan modal (CAR) hingga 19% dan mendukung pertumbuhan kredit 26% hingga 2016. Tujuan lainnya adalah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan rakyat khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Kemudian untuk meningkatkan penerimaan negara atas pajak, dividen dan proceed atas pelepasan rights pemerintah, mendapatkan insentif pajak dengan kepemilikan publik 40 persen, serta meningkatkan nilai perusahaan.

Seluruh dana hasil right issue ini masuk ke kas BTN untuk penyaluran kredit, dan hasil penjualan rights/HMETD pemerintah yang tidak dieksekusi akan disetorkan kepada kas negara. Estimasi perkiraan rights/HMETD pemerintah yang tidak dieksekusi akan dijual dengan kisaran penerimaan negara antara Rp132,07 miliar hingga Rp176,09 miliar. Saat ini telah ditunjuk lembaga profesi penunjang dengan joint lead underwriter adalah Bahana, Danareksa dan Mandiri Sekuritas. (bani)

BERITA TERKAIT

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Dukung Qanun Aceh - Bank BTN Konversi 4 Kantor Syariah

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengonversi 4 Kantor Cabang Pembantu (KCP) konvensional perseroan menjadi KCP Syariah…

Bantu Daya Saing UMKM - HIPO Hadirkan Aplikasi Marketplasce Histore

NERACA Jakarta – Berangkat dari upaya untuk membangun daya saing dan go digital pelaku usaha mikro kecil dan menengah, Himpunan…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Trisula Genjot Pasar Ekspor Segmen Uniform

NERACA Jakarta – Jaga pertumbuhan kinerja sepanjang tahun ini, PT Trisula International Tbk (TRIS) telah menyiapkan beberapa strategi bisnis. Apalagi…