Hutama Karya Diusulkan Garap Jalan Tol

NERACA

Jakarta - PT Jasa Marga Tbk yang saat ini mendapatkan kepercayaan dari pemerintah untuk membangun jalan tol ternyata dinilai masih lambat. “Jadi kalau pemerintah memerintah Jasa Marga untuk membangun jalan tol, maka Jasa Marga akan menghitung terlebih dahulu apakah ini untung atau tidak. Jadinya proyek jalan tol menjadi lambat," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan di Jakarta,19/9

Apalagi, kata Dahlan, secara kepemilikan PT Jasa Marga,Tbk bukan milik pemerintah. Karena sebagian sahamnya dimiliki publik. “Jasa Marga kan bukan sepenuhnya milik negara. Karena hampir 30% adalah milik public,” tegasnya

Dahlan mengakui tak bisa memberi instruksi penuh kepada Jasa Marga. Karena ada sebagiannya milik public. Sehingga pemerintah tidak bias memaksa. Kendati demikian, Dahlan akan membuat perusahaan yang 100% milik negara yang ditugaskan untuk membangun jalan tol. "Akan ada perusahaan selain Jasa Marga yang milik pemerintah 100%," ujarnya.

Dahlan mengakui akan mengusulkan PT Hutama Karya untuk jadi perusahaan jalan tol. Padahal sebelumnya PT Hutama Karya merupakan perusahaan konstruksi. "Kita lagi mengusulkan Hutama Karya untuk jadi perusahaan jalan tol. Karena hal ini sudah digodok selama 1 bulan," katanya. Ia pun meyakini bahwa nantinya Hutama Karya tidak akan pernah go public karena 100% harus milik negara.

Lebih lanjut, Dahlan mengatakan bahwa penunjukan PT Hutama Karya untuk konsentrasi dalah hal jalan tol untuk bisa mempercepat proyek-proyek pembangunan jalan tol. "Nantinya kalau memang disetujui, maka proyek-proyek pembangunan jalan tol akan lebih cepat lagi. Misalnya saja pembangunan jalan tol dari Bakauheni ke Medan akan selesai dalam kurun waktu 6 tahun saja," cetusnya.

Dahlan yang juga mantan Dirut PLN beralasan bahwa penunjukan PT Hutama Karya dikarenakan perusahaan tersebut mempunyai kemampuan membangun jalan yang baik, size perusahaan yang cukup besar, manajemennya yang sudah tertata rapih dan yang paling penting adalah perusahaan tersebut belum go public. "Kalau sudah terlanjur go public seperti PT Adhi Karya maka nanti harus go private terlebih dahulu," imbuhnya.

Terkait dengan apakah Jasa Marga akan merasa iri dengan penunjukan Hutama Karya untuk menangani proyek jalan tol, menurut Dahlan, hal ini sudah dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak Jasa Marga. "Malah dia akan menyambutkan karena akan mempunyai kompetitor sehingga kinerjanya akan semakin membaik," tambahnya.

Menurut Dahlan, untuk proyek jalan tol yang profit akan tetap melewati proses tender sedangkan Hutama Karya tetap membangun sesuai dengan instruksi pemerintah. “Nanti kalau pembangunan proyek yang dibangun oleh Hutama Karya berjalan sukses dan bisa membuat ekonomi didaerah tersebut menjadi maju maka bisa saja Hutama Karya menjual ke perusahaan komersil. Hasil penjualannya untuk membangun jalan tol lagi,” tukasnya. **bari

BERITA TERKAIT

Investasi Tol Serang-Lebak Naik Jadi Rp6 Triliun

Investasi Tol Serang-Lebak Naik Jadi Rp6 Triliun NERACA Serang - Nilai investasi pembangunan Jalan tol Serang-Lebak di Banten naik dari…

Peta Jalan Making Indonesia 4.0 Revitalisasi Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta – Industri manufaktur berperan penting dalam upaya menggenjot nilai investasi dan ekspor sehingga menjadi sektor andalan untuk mengakselerasi…

Bandung Segera Miliki Tol Dalam Kota

Bandung Segera Miliki Tol Dalam Kota NERACA Bandung - Kota Bandung, Jawa Barat, segera memiliki tol dalam kota yakni Pasirkoja-Surapati…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Proyek KPBU Tak Terganggu Tahun Politik

  NERACA   Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memastikan proyek-proyek infrastruktur yang dibiayai dengan skema…

BPS Sebut Angka Kemiskinan Terus Turun

      NERACA   Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka penduduk miskin pada September 2018 terus mengalami…

Apkasi Dukung Program P3K 2019

NERACA Jakarta - Jika tidak ada aral melintang, penerimaan tenaga honorer melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau…