IHSG Masih Pertahankan Penguatan Kemarin

Kamis, 20/09/2012

NERACA

Jakarta – Maraknya aksi beli investor terhadap saham pertambangan yang sudah murah, memicu pergerakan perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore ditutup menguat 20,817 poin (0,49%) ke level 4.244,711. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,486 poin (0,48%) ke level 731,055.

Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang mengatakan, menguatnya indeks juga dipengaruhi sentimen positif pergerakan bursa global yang juga dibuka positif, “Penguatan bursa global seperti naiknya indeks Dow Jones pada memberikan sentimen bagi bursa Indonesia untuk berada pada area positif," katanya di Jakarta, Rabu (19/9).

Hal senada juga disampaikan research analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono, kenaikan indeks ini mengikuti sentimen positif dari langkah Bank of Japan (bank sentral Jepang) yang mengikuti jejak bank sentral Amerika Serikat, The Fed untuk melakukan pembelian aset sebagai upaya dari pelonggaran moneter. "Berita ini menutup sentimen negatif dari kekhawatiran bahwa pemimpin Eropa akan kesulitan dalam menyelesaikan krisis utang Eropa,”ungkapnya.

Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan bergerak positif dengan kecenderungan menguat. Dimana indeks akan bergerak di level 4.244-4.250. Tercatat perdagangan kemarin, saham-saham bank dan perkebunan menjadi pemberat indeks dengan koreksi yang cukup dalam. Koreksi terjadi dikarenakan aksi ambil untung di saham-saham tersebut.

Sementara saham tambang memimpin penguatan dengan melonjak 2,8%. Penguatan dibuntuti oleh saham-saham konsumer. Dua sektor tersebut memang sudah jatuh cukup dalam pada perdagangan kemarin.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 151.217 kali pada volume 4,396 miliar lembar saham senilai Rp 4,826 triliun. Sebanyak 145 saham naik, sisanya 86 saham turun, dan 98 saham stagnan. Terlihat bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan di zona hijau dan ditutup kompak menguat. Laju penguatan pasar saham regional ini juga yang menyemangati pelaku pasar di dalam negeri untuk berburu saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 3.300 ke Rp 19.950, Gudang Garam, (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 48.600, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 550 ke Rp 5.500, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 40.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Hexindo (HEXA) turun Rp 350 ke Rp 8.450, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 13.600, Surya Citra (SCMA) turun Rp 150 ke Rp 10.250, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) turun Rp 150 ke Rp 6.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup menguat 26,555 poin (0,63%) ke level 4.250,449. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,433 poin (0,75%) ke level 733,002. Saham-saham tambang yang kemarin jadi bulan-bulanan kini mulai perkasa dan melesat paling tinggi di antara sektor lainnya. Posisi indeks kembali mendekati rekor tertingginya yang diraih Jumat lalu di 4.256,998.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 77.270 kali pada volume 2,012 miliar lembar saham senilai Rp 2,23 triliun. Sebanyak 137 saham naik, sisanya 71 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 2.550 ke Rp 19.200, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 41.400, Gudang Gara, (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 48.650, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 650 ke Rp 52.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Hexindo (HEXA) turun Rp 350 ke Rp 8.450, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 27.500, Surya Citra (SCMA) turun Rp 100 ke Rp 10.300, dan Jaya Konstruksi (JKON) turun Rp 90 ke Rp 1.460.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 7,64 poin atau 0,18% ke posisi 4.216,25. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,95 poin (0,27%) ke level 725,62. Analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias mengatakan, IHSG Rabu pagi bergerak melemah seiring koreksi bursa global dan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS, “Bursa Eropa kembali ditutup melemah seiring belum jelasnya solusi krisis dalam pertemuan Uni Eropa dan potensi Spanyol akan mengajukan 'bailout' jika yield obligasinya terus naik," kata Adrianus.

Dia menambahkan, bursa Asia sendiri kembali dibuka berfluktuasi dengan kecenderungan terkoreksi memfaktorkan harga komoditas yang tertekan dan pasar juga tengah mengantisipasi hasil pertemuan bank sentral Jepang yang diekspektasikan akan mengumumkan langkah stimulus baru.

Sementara itu, analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin menambahkan, IHSG terkoreksi mengikuti pergerakan bursa regional yang berada di area negatif. Salah satu pendorong pelemahan bursa regional konflik antara China dan Jepang.

Abidin memperkirakan, konflik itu akan berlangsung lama sehingga membuat investasi di pasar Asia Pasifik kurang diminati investor asing. Selain itu, lanjut dia, pelemahan IHSG juga dipicu dari aksi ambil untung investor setelah harga saham pada hari sebelumnya meningkat cukup signifikan.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 56,18 poin (0,27%) ke level 20.601,93, indeks Nikkei-225 turun 35,62 poin (0,39%) ke level 9.123,77, dan Straits Times melemah 10,74 poin (0,35%) ke level 3.067,98. (bani)