Ciptakan Pemimpin Muda Peduli Lingkungan

Sabtu, 22/09/2012
NERACA Dua duta lingkungan muda terbaik wakili Indonesia dalam forum internasional BYEE di Jerman. Terjadinya kerusakan lingkungan pada masa lalu disebabkan karena banyaknya pembangunan yang ecosentris, dimana dalam pembangunan tersebut factor lingkungan tidak menjadi perhatian yang serius. Membangun tidak semata-mata untuk ekonomi yang sejahtera, tetapi bagaimana membangun tanpa merusak lingkungan. Tidak disangkal bahwa berbagai kasus lingkungan hidup yang terjadisekarang ini, pada lingkungan global ataupun nasional, sebagian besar bersumber dari perilaku manusia. Kasus-kasus pencemaran dan kerusakan, seperti dilaut, hutan, atmosfer, air, dan tanah bersumber pada perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab, tidak peduli dan hanya mementingkan diri sendiri. Manusia adalah penyebab dari kerusakan dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, Gerakan peduli lingkungan merupakan salah satu gerakan penting yang seharusnya medapat perhatian lebih dari berbagai pihak. Baik dari pemerintah, masyarakat, dan tentu saja generasi muda sebagai generasi penerus yang bertanggung jawab atas alam dan bumi ini. Melihat hal tersebut, Bayer, sebagai perusahaan global mengusung Program Bayer Young Environmental Envoy. Program ini merupakan salah satu proyek utama Bayer yang bekerja sama dengan the United Nations Environment Programme (UNEP) dengan tujuan utama menciptakan pemimpin-pemimpin muda lingkungan dan mendorong peningkatan kepedulian lingkungan di kalangan pemuda. Setelah melalui proses seleksi ketat yang berlangsung sejak awal tahun ini, terpilih dua mahasiswa terbaik dari dua belas finalis yang seluruhnya dianugerahi gelar Bayer Young Environmental Envoy 2012. Berdasarkan penilaian atas relevansi dan dampak dari proyek-proyek lingkungan yang telah dijalankan oleh para finalis ini, dewan juri yang terdiri dari pakar dan praktisi lingkungan hidup Indonesia memilih Vincentius Dito Krista Holanda dari Institut Teknologi Bandung dan Imam Hidayat dari Universitas Hasanuddin sebagai pemenang. Keduanya akan mengikuti kunjungan studi ke Jerman, pada 4 sampai 9 November mendatang, di mana mereka akan mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai pendekatan dan perspektif terkini di bidang perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Mereka juga berkesempatan memperluas jejaring dengan para pemenang BYEE dari 18 negara lainnya, dalam sebuah forum lingkungan hidup internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Bayer. Vincentius Dito Krista Holanda juga ditetapkan sebagai pemenang penghargaan ‘The Best Project’ program BYEE 2012, dan akan mewakili nama Indonesia dalam sebuah kompetisi tingkat global, bersaing dengan para pemenang dari 18 negara lainnya. Dengan proyek berjudul “Ganesha Holding: One-Stop Eco-Friendly Community Development”, Vincentius Dito Krista Holanda mendapatkan nilai terbaik dari dewan juri. Melalui proyeknya, Dito berupaya menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dalam bidang industri kreatif dengan mendirikan sebuah kegiatan kewirausahaan sosial yang mendorong pemberdayaan perempuan, serta menyediakan jasa konsultasi non-profit untuk masyarakat di Desa Ciparay dan Desa Pangalengan, Jawa Barat. Dito membekali keterampilan khusus kepada kaum wanita, agar mereka dapat membuat produk-produk pakaian yang terbuat dari kain perca. Selain menciptakan keuntungan ekonomis bagi masyarakat, proyek ini juga menciptakan nilai bagi lingkungan, melalui penggunaan limbah pakaian yang tidak terpakai. Tiga proyek terbaik dalam kompetisi ini akan mendapatkan dukungan dana untuk melanjutkan dan mengembangkan proyek lingkungannya masing-masing dan dianugerahi gelar Bayer Young Environmental Leader 2012.