Cari Untung, Investor XL Lepas Saham Senilai Rp 4,9 Triliun - Terkait Kinerja Axiata Melempem

NERACA

Jakarta – Ditegah masih likuidnya pergerakan saham telekomunikasi dan didukung laporan kinerja keuangan yang tidak terlalu buruk, pemegang saham pengendali Etisalat International Indonesia Limited melepas saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) senilai Rp 4,9 triliun. Transaksi tutup sendiri (crossing) difasilitasi oleh JP Morgan Securities (BK) di pasar negosiasi.

Informasi tersebut disampai perseroan dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/9). Disebutkan transaksi penjualan saham dilakukan sebanyak 5 kali di harga Rp 6.300 per lembar. Harga transaksi ini diskon 5,3% dari harga penutupan saham EXCL kemarin Rp 6.650 per lembar.

Sebanyak 1.556.847 lot atau 778.423.500 sahamnya dipindahtangankan dengan total nilai transaksi Rp 4,9 triliun. Transaksi ini membuat harga saham EXCL terkoreksi tipis ke Rp 6.500 per lembar.

Menurut pengamat pasar modal dari Trust Securities, Reza Priyambada, ada dua kemungkinan mengapa Etisalat International Indonesia Limited melepas saham operator telekomunikasi XL. Pertama, pemegang saham bisa jadi sedang membutuhkan dana untuk appraisalnya,”Terjadinya transaksi floating yang difasilitasi oleh JP Morgan di pasar negosiasi bisa jadi pemegang saham sedang membutuhkan dana untuk ekspansi usaha, atau kebutuhan operasional lain perusahaannya.”katanya kepada Neraca di Jakarta kemarin.

Selain itu, bisa juga karena pihak pemegang saham ingin menikmati keuntungan. Pasalnya, di bandingkan dua operator lainnya, saham EXCL sedang mengalami trend kenaikan yang sangat bagus. “Trend EXCL saat ini sedang bagus, jadi memang bisa jadi mereka ingin menikmati keuntungan.” ujarnya.

Asal tahu saja, besarnya volume transaksi penjualan saham XL sebesar Rp 4,9 triliun memberikan pengaruh nilai transaksi perdagangan saham di bursa yang juga ikut terdongkrak. Tercatat perdagangan saham di bursa Selasa sore kemarin, berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 121.029 kali pada volume 5,011 miliar lembar saham senilai Rp 8,573 triliun. Sebanyak 76 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Etisalat sendiri sudah mengumumkan transaksi pelepasan saham XL pada awal September. Perusahaan asing itu sebelumnya memegang 775 juta saham EXCL atau setara 13,3%. Etisalat melepas 9,1% kepemilikan sahamnya di EXCL, sehingga hanya tersisa 4,2%.

Kinerja Semester I-2012

Sepanjang pertengahan tahun 2012, XL mencatatkan penurunan tipis laba bersih sebesar 4% menjadi Rp1,46 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,52 triliun.

Meski, pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan sebesar 13% secara tahunan /YoY) menjadi Rp10,3 triliun yang didorong meningkatnya minat terhadap layanan data. Namun pendapatan layanan data meningkat sebesar 68%, SMS 20% dan percakapan sebesar 7% dengan marjin EBITDA tetap pada level 48%.

Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi pernah bilang, total utang perseroan meningkat dari Rp10 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp12,7 triliun pada semester I tahun ini. Hal ini menyebabkan kenaikan rasio utang bersih terhadap laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (earning before interest, taxes, depreciation, and amortization/EBITDA) dari 1x menjadi 1,2x, “Belanja modal XL Axiata Tbk pada semester I tahun ini mencapai Rp5,3 triliun dengan sumber pendanaan mayoritas internal. Perseroan mencairkan pinjaman baru untuk pembiayaan kembali sebesar Rp4 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk dan Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd (BTMU) serta melunasi utang sebesar Rp2,1 triliun yang jatuh tempo pada semester II tahun ini,"ungkapnya.

Selanjutnya, papar dia, jumlah pelanggan tumbuh sebesar 18% secara tahunan menjadi 45,9 juta. Sementara kontribusi pendapatan layanan data menjadi lebih besar yaitu mencapai hingga 19% dari total pendapatan penggunaan layanan dibandingkan dengan 13% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hasnul menjelaskan pengguna layanan data meningkat sebesar 32% dari tahun lalu dan mencapai 58% dari jumlah pelanggan. "XL meluncurkan paket gabungan yang terdiri dari beberapa jenis layanan yang berbeda yaitu data, percakapan, dan SMS. Dengan fokus utama pada pertumbuhan pengguna layanan data layar kecil, XL meluncurkan XmartPlan, paket layanan data berkecepatan tinggi."

XL Axiata dimiliki 66,6% oleh Axiata Group Berhad melalui Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd dan Emirates Telecommunications Corporation (Etisalat) melalui Etisalat International Indonesia Ltd. (13,3%) serta publik (20,1%), dan merupakan bagian dari Axiata Group bersama-sama dengan Robi (Bangladesh), HELLO (Kamboja), Idea (India), MTCE (Iran), Celcom (Malaysia), Multinet (Pakistan), M1 (Singapura), SIM (Thailand) dan Dialog (Sri Lanka). (lia)

BERITA TERKAIT

BTPN Syariah Bakal Lepas Saham 10% - Gelar IPO di Kuartal Tiga 2018

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT BTPN Syariah dalam waktu bakal melakukan penawaran saham perdana alias…

Optimisme Investor Bawa IHSG Menguat 0,24%

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/2) ditutup menguat 16,22 poin seiring…

Bank Panin Tambah Porsi Saham Jadi 42,54% - Rights Issue Panin Dubai Syariah

NERACA Jakarta - Jelang rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) alias rights issue, PT Bank Panin…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presdir Hero Supermarket Mengundurkan Diri

Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengundurkan diri. Pengumuman pengunduran diri tersebut disampaikan HERO dalam siaran persnya…

Tunas Baru Lampung Rilis Obligasi Rp 1 Triliun

Lunasi utang, PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I Tunas Baru Lampung tahap I tahun 2018 dengan…

Jakarta Garden City Raih PMSEA 2018

NERACA Jakarta -- Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City (JGC) seluas 370 hektar, yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses,…