Rencanakan Duallisting di BEI, CIMB Group Menanti Aturan Baru

NERACA

Jakarta– Meskipun Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana merilis aturan baru soal duallisting, tidak membuat gentar niat CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group) untuk mencatatkan sahamnya kembali di Indonesia.

Chief Executive CIMB Group Dato’ Sri Nazir Razak mengatakan, pihaknya CIMB siap menyerahkan permohonan kembali kepada otoritas, “Aturan kita tunggu dari regulator. Kita tetap ingin selenggarakan (duallisting). Kita memang ingin menjadi perusahaan terbesar di Asean dan dengan listing, pemegang saham di Indonesia dapat memiliki. Tidak hanya di Indonesia, tapi untuk publik Thailand (duallisting),” katanya di Jakarta, Selasa (18/9).

Dato’ Sri Nazir Razak menjelaskan, aksi duallisting sesuai dengan visi perseroan sebagai korporasi yang melayani di seluruh negara Asean. Dengan mencatatkan sahamnya, CIMB Group ingin membagi kepemilikan kepada masyarakat Indonesia.

Namun, usaha tersebut memang harus bersabar, mengingat otoritas pasar modal saat ini masih menimbang-nimbang untuk menerbitkan aturan duallisting atau memakai skema perdagangan Sertifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI). SPEI merupakan efek yang memberikan hak kepada pemegangnya atas efek utama yang dititipkan secara kolektif pada bank kustodian atau melalui KSEI.

Group perusahaan jasa keuangan ini memang sangat bernafsu menginvasi pasar Asean. Melalui anak-anak usaha, CIMB Group telah beroprasi di 9 dari total 10 negara Asia Tenggara. Hanya Laos yang belum dimasuki CIMB Group. “Untuk Laos kami akan masuk tidak lama lagi. Dan CIMB adalah perusahaan Asean, namun berkantor pusat di Malaysia. We are Local Asean Bank,” tegasnya.

Sebagai informasi, emiten yang sudah melakukan duallisting adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan mencatatkan sahamnya di luar negeri yakni di New York Stock Exchange (NYSE) dan London Stock Exchange (LSX). Konsekuensi dual listing tersebut, Telkom harus menanggung beban biaya yang tinggi. Namun meski itu cukup memberatkan kocek perusahaan, Telkom menilai dual listing masih lebih menguntungkan.

Kemudian mengantisipasi maraknya perusahaan yang akan melakukan duallisting, Bapepam-LK bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada pertengahan Juli 2011 akan melakukan kajian untuk membahas pencatatan saham ganda (dual listing). Pejabat Bapepam-LK mengatakan, aturan dan persyaratan pencatatan saham ganda dapat segera terealisasi pada akhir 2011.

Anis Baridwan, Kepala Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam-LK pernah bilang, akan melakukan pembahasan untuk merealisasikan wacana dual listing, termasuk dalam hal inventarisasi. Sejauh ini dia mengatakan dual listing masih berupa wacana karena ada beberapa aturan yang masih harus disempurnakan oleh regulator. (bani)

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…