Faktor Cuaca Hambat Proyek Pembangkit Listrik Semen Gresik

NERACA

Jakarta – Proyek PT Semen Gresik Tbk (SMGR) untuk pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 2x35 megawatt (mw) di Sulawesi akan mundur sampai kuartal II-2013. Faktior cuaca yang ekstrem menjadi alasan molornya proyek perseroan.

Sekretaris Perusahaan Semen Gresik Agung Wiharto mengatakan, ekstremnya cuaca menjadi yang menghambat pekerjaan konstruksi lapangan menjadi penyebab molornya proyek perseroan, “Perseroan telah melakukan indentifikasi permasalahan atas penyelesaian proyek pembangkit listrik di Sulawesi serta mempertimbangkan laporan progres proyek terakhir dan evaluasi perkiraaan penyelesaian proyek," katanya dalam siaran persnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/9).

Selain itu, dia juga menyampaikan, faktor lain terhambatnya proyek juga karena mobilisasi tenaga kerja lokal yang terbatas di sektor proyek. Kendatipun demikian, keterlambatan itu tidak mempengaruhi operasional pabrik semen Tonas V karena telah memperoleh komitmen pasokan listrik dari PT PLN (Persero).

Maka dengan memperhatikan beberapa faktor, antara lain pertimbangan manfaat strategis dan ekonomis, meskipun mengalami keterlambatan, proyek tersebut masih tetap layak untuk dilanjutkan.

Sebelumnya, perseroan juga berencana membangun PT Semen Indonesia dengan nilai investasi sebesar Rp 50 miliar. Perusahaan ini adalah gabungan dari peleburan dari PT Semen Gresik Tbk, Semen Tonasa dan PT Semen Padang.

Direktur Utama Semen Gresik Dwi Dwi Soetjipto pernah bilang, dana yang diperlukan untuk proses pembentukan Semen Indonesia mencapai Rp50 miliar. Di sisi lain, dirinya mengakui proses pembentukan Semen Indonesia menghadapi kendala dari internal tiga perusahaan BUMN semen tersebut. "Kalau di perusahaan hambatan berkaitan fanitisme kelompok," katanya.

Kendati demikian, dia yakin pembentukan Semen Indonesia ini akan tuntas pada akhir 2012. Sementara terkait merek (brand), perseroan akan tetap mempertahankan yang lama kendati Semen Indonesia terbentuk. "Kalau brand akan masih pertahankan yang masih kuat di pasar, tetap ada semen tonasa, gresik, dan padang," kata Dwi. (bani)

BERITA TERKAIT

Deddy Mizwar: Proyek Meikarta Bermasalah Sejak Awal

Deddy Mizwar: Proyek Meikarta Bermasalah Sejak Awal NERACA Jakarta - Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018 Deddy Mizwar menyatakan proyek…

Mitsubishi Dukung Pengembangan Infrastruktur Mobil Listrik

NERACA   Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), distributor resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi…

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…