Pegadaian Denpasar Yakin Target Rp12 T Tercapai

NERACA

Denpasar--PT Pegadaian Kanwil VII/Denpasar optimistis mampu mencapai target omzet sebesar Rp12 triliun hingga akhir 2012. "Kami optimistis bisa mencapai omset yang ditargetkan karena dari Januari-Agustus telah terealisasi sebesar Rp7 triliun," kata Pemimpin PT Pegadaian Kanwil VII/Denpasar, Ngadenan, Selasa.

Ngadenan menilai potensi Pegadaian di wilayah Bali sangatl besar. Masyarakat Pulau Dewata sangat menyukai program pinjaman kredit, termasuk pembayaran secara online untuk berbagai tagihan, seperti rekening listrik. Layanan lainnya yang cukup diminati oleh masyarakat di Bali adalah terkait kiriman uang dengan nilai transaksi selama tahun ini mencapai sekitar Rp25 miliar. "Dari omzet yang teralisasi sampai saat ini, jumlah barang jaminan yang ada sebanyak 3,25 juta potong dengan nasabah sebanyak 2,16 juta," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan, dari realisasi target tersebut, diperoleh laba sebesar Rp261,36 miliar. Pegadaian siap menjadi perusahaan terbuka atau "go public" namun sebelumnya harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan. "Kami siap ke arah menjadi perusahaan terbuka, akan tetapi yang menentukan bukanlah kami tapi para stakeholders, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Keuangan," kata Direktur Bisnis I PT Pegadaian Moch Edy Prayitno di Denpasar belum lama ini.

Menurut Edy, respons para pemilik modal dari luar negeri sangat antusias untuk berinvestasi di perusahaan yang dulunya hanya mengandalkan dari sektor gadai saja itu. Peminat sangat luar biasa, terbukti dengan 20 investor dari mancanegara yang sempat meluangkan waktu untuk bertemu dan menanyakan mengenai perusahaan milik pemerintah itu di Hong Kong, beberapa waktu lalu.

Sementara itu Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pegadaian, Sri Mulyanto, mengatakan, seiring dengan perubahaan status, perusahaan tersebut akan dibina ke arah pengenalan saham perdana (initial public offering/IPO) pada tahun depan. *cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga Dukung Nasabah Wujudkan Ide Sosial

    NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) kembali membuka pendaftaran kompetisi ide sosial bertajuk…

KNKS Dukung Penyusunan Roadmap Fintech Syariah

    NERACA   Jakarta - Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mendukung adanya rencana penyusunan peta jalan atau roadmap untuk…

Masalah Bumiputera dan Jiwasraya Diharapkan Segera Selesai

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengharapkan adanya solusi mendesak untuk mengatasi permasalahan likuiditas yang…