Bank Taiwan Tangani Kliring Yuan

NERACA

Taipei---Bank sentral Taiwan mengatakan, pihaknya telah memilih Bank of Taiwan untuk menangani penyelesaian transaksi dolar Taiwan di China setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan kliring mata uang bulan lalu. “Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya pertukaran mata uang dan risiko fluktuasi nilai tukar untuk bisnis di kedua belah pihak,” kata para pejabat.

Bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataannya, telah memilih bank milik negara, Bank of Taiwan cabang Shanghai dari di antara delapan bank berkualifikasi untuk menangani layanan kliring di China.

Taiwan dan China menandatangani nota kesepahaman pada 31 Agustus lalu untuk menciptakan mekanisme kliring yuan secara langsung, membuka jalan bagi bank pulau itu untuk mengambil deposito yuan China dan membuat pinjaman yuan.

Taiwan dan China telah menandatangani sejumlah nota kesepahaman keuangan dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya untuk memfasilitasi kerja sama yang lebih erat di sektor perbankan, asuransi dan sekuritas.

Keduanya memiliki perintahan secara terpisah sejak perang sipil pada 1949, namun Beijing menganggap pulau itu bagian dari wilayahnya dan telah berjanji untuk mendapatkannya kembali, jika perlu dengan kekerasan. Hubungan kedua negara itu telah membaik sejak Presiden Taiwan Ma Ying-jeou yang ramah terhadap Beijing mengambil kekuasaan pada 2008.

Tanda-tanda penggunakan kliring Yuan memang sudah ada, dimana Taiwan mengawasi pusat kliring untuk Yuan karena meningkatnya ikatan dengan tanah air Cina. Disisi lain, juga meningkatnya hubungan baik antara Cina dan Taiwan dibawah rezim presiden Ma Ying-jeou, bank central Taiwan terlihat berharap menetapkan sistem kliring mata uang antara kedua belah pihak

Masalah akan didiskusikan oleh pejabat khusus ketika pejabat dari kedua belah pihak bertemu Hong Kong merupakan satu-satunya kliring offshore yuan sampai saat ini tetapi masih dalam peran besar yuan dalam transaksi antar bangsa pergerakkan apapun bisa menguntungkan yuan dalam jangka panjang. **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

MAGI Beri Penghargaan ke Bengkel Rekanan Terbaik

    NERACA.   Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI) memberikan penghargaan kepada bengkel rekanan terbaiknya dalam ajang…

Jamkrindo Syariah Targetkan Volume Penjaminan Rp35 Triliun

NERACA Jakarta - PT Jamkrindo Syariah (Jamsyar) mentargetkan volume penjaminan pada akhir 2020 mendatang bisa mencapai Rp35 triliun dan meraih…

Produk Jiwasraya Layaknya Skema Ponzi

  NERACA   Jakarta - Pengamat ekonomi dan perpajakan, Yustinus Prastowo menilai produk asuransi yang mulai diterbitkan PT Asuransi Jiwasraya…