Optimalkan Sumur di Libya, Medco Ikut Joint Operation Company

Rabu, 19/09/2012

NERACA

Jakarta – Guna mengoptimalkan eksplorasi minyak di Libya, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan membentuk Joint Operation Company (JOC) bersama mitra usahanya dalam 18 proyek sumur minyak di Libya pada Oktober 2012.

Direktur Utama PT Medco Energi Internasional Tbk Lukman Mahfudz mengatakan, proyek sumur minyak di Libya berjalan baik dan diharapkan pembentukan joint operation company dapat diselesaikan pada Oktober 2012. “Nantinya, setelah joint operation company terbentuk baru proyek tersebut dikerjakan oleh mitra usaha Medco,”katanya di Jakarta, Selasa (18/9).

Dia menyebutkan, proyek sumur minyak di Libya sebesar US$800 juta dan perseroan memiliki 25% kepemilikan di proyek tersebut. Kemudian joint operation company itu nanti yang mengembangkan proyek tersebut dan pemerintah Libya mendanai 50%, sementara sisanya kontraktor.

Menurut Lukman, setelah JOC terbentuk pada Oktober 2012, pihaknya akan mulai melaksanakan proyek tersebut. Pihaknya telah mulai melakukan preelimanary engineering. Produk minyak dari proyek LIbya akan dimulai pada 2015 dengan target produksi 50 ribu barel.

Adapun pendanaan dalam proyek tersebut, pihaknya akan mencari pendanaan dari obligasi dan dana internal. Saat ditanya mengenai rencana penerbitan obligasi, Lukman masih enggan menjelaskan lebih detil. "Nanti keterangan resmi kalau semua persyaratan dengan otoritas selesai," ujar Lukman.

Sebagai informasi, Medco telah mengeluarkan obligasi dalam bentuk dolar AS dan perseroan akan terbitkan obligasi dengan mekanisme berkelanjutan tetapi Rupiah. Nilainya sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun. Sekarang lagi proses di Bapepam-LK.

Disamping itu, PT Medco Energi Internasional Tbk telah menawarkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan senilai US$150 juta pada 2011. Pada awal Agustus 2012, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2012 senilai US$20 juta dengan bunga 6,05% per tahun. Tenor obligasi itu 5 tahun yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2017. (bani)