Kemenperin Minta Platform Mobnas Dipercepat

NERACA

Jakarta - Pemerintah meminta produsen otomotif lokal untuk mempercepat pembuatan platform bersama untuk mobil merek nasional guna memperbaiki aspek efisiensi, desain, dan penciptaan kemandirian teknologi.

Menteri Perindustrian, M.S Hidayat mengungkapkan jika produsen lokal mempunyai platform yang sama, maka memiliki kesamaan prosedur operasional yang dapat mengkreasikan kemampuan produksi. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan produk dengan permintaan pasar.

Untuk mencapai kesamaan platform, menurut Hidayat, pemerintah mendorong prinsipal lokal mengidentifikasi persoalan teknis. “Permasalahan teknis berkaitan dengan sistem suspensi dan dimensi mobil (undercarriage) serta pengembangan teknologi power train yang mencakup mesin, transmisi dan axle untuk mesin berkapasitas 650 – 700 cc,” paparnya di Jakarta ,Selasa (18/9).

Sedangkan Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Budi Darmadi mengatakan saat ini platform yang dikembangkan prinsipal lokal belum terfokus sehingga produktivitasnya belum bisa memenuhi skala efisiensi. “Akibat platform yang belum terfokus, varian produk prinsipal lokal sangat banyak sedangkan desain dan kapasitas mesin yang dihasilkan berbeda-beda,” ujarnya.

Budi menambahkan, tidak adanya kesamaan platform membuat biaya produksi para prinsipal lokal membesar karena komponen mesin yang bisa diproduksi di dalam negeri justru diimpor dengan bea masuk cukup tinggi. “Agar lebih efisien, platform teknologi otomotif perlu disamakan dahulu. Untuk mencapai kesamaan, dibutuhkan identifikasi masalah melalui pembentukan working team yang beranggotakan para produsen mobil nasional,” tandasnya.

Mesin 1.000 CC

Sebelumnya, Budi mendorong pengembangan mobnas dengan penyamaan patform produk berkapasitas mesin 1.000 cc. Karena itu, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) mobil nasional seperti Gea, Tawon serta Mahator harus membuat satu produk dengan spesifikasi tersebut.

Lebih jauh lagi Budi, mengatakan, pada segmen tersebut, masih banyak pasar yang akan diserap. Menurut Budi, diperlukan spesifikasi serta model yang sama untuk mobil nasional untuk menekan biaya pengembangan. "Platform yang sama harus segera dibuat oleh produsen mobil nasional. Pasalnya, pangsa pasar mobil nasional dengan mesin 1.000 cc mencapai 930.000 unit pada tahun lalu," paparnya.

Budi menjelaskan, pertemuan membahas cara menemukan standart komponen, juga mendengarkan keluhan dan kesulitan dihadapi pengusaha mobil nasional. "Pertemuan tadi (kemarin) bagaimana adanya working teamnya kita intensifkan, segmen mana yang akan digarap atau bahasa enggineringnya platform mana yang mau dispesifikasikan, platform itu biasanya terdiri dari undercreate (sistem suspensi), lalu power train (engine dan trasnisi)," jelasnya.

Dia menjelaskan, pertemuan pemerintah dan ATPM Mobnas bukan menentukan produk apa yang akan diciptakan, tapi platform. Satu platform bisa mengahasilkan beberapa produk, misalkan flatform yang sama bisa buat body bermacammacam. Atau dengan kata lain yang dibicarakan tadi adalah mencocokan flatform.

"Flatform anda dengan saya berbeda gak nih? Jadi kita terpaksa membuat komponen yang berbeda nih, jadi gak efesien. Kalau ada beberapa platform yang bisa di set up maka komponennya itu bisa lebih kearah standart. Kalau komponen standar maka bisa masuk ke ekonomi efesien dan kalau bisa tercapai akan lebih ekonomis," imbuhnya.

Ketika ditanya berapa lama akan tercapai flatform bisa diciptakan, Budi mengatakan tergantung kecepatan team work "Ini kan harus mengakomodir semua kepentingan, masingmasing manufaktur ini punya bisnis masing-masing, misalkan saya memiliki 2 produk saya 3 produk mana yang bisa kita gunakan," terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan Mesin Indonesia (Gamma) Dasep Ahmadi mengatakan produsen mobil nasional akan menyamakan platform untuk membuat mobil nasional. Selain itu, pemerintah akan memberikan insentif kepada produsen. ATPM mobil nasional akan menyamakan platform dan membuat mobil 1.000 cc. Pemerintah juga memberikan insentif berupa penghapusan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPNBM)," katanya.

BERITA TERKAIT

Bank Mandiri Syariah Platform Digital Pelunasan BPIH

      NERACA   Jakarta - PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) telah menyiapkan platform digital channel dalam rangka…

ICW Minta MA Tolak PK 24 Terpidana Korupsi

ICW Minta MA Tolak PK 24 Terpidana Korupsi NERACA Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Mahkamah Agung (MA) untuk…

Sekda Kuningan Minta Ada Ruangan Khusus Wartawan di Humas

Sekda Kuningan Minta Ada Ruangan Khusus Wartawan di Humas NERACA Kuningan – Untuk mengetahui sejauh mana kinerja Aparatur Sipil Negera…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha Baru Dibina

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian hingga saat ini membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri. Program strategis yang…

Komoditas Rempah Sasar Peluang Pasar Ekspor Baru

NERACA Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menyebutkan komoditas rempah menjadi peluang Indonesia untuk menyasar pasar ekspor baru yang bukan…

Vokasi “Link and Match” SMK dan Industri Lampaui Target

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan sebanyak 2.600 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 750 industri yang akan terlibat dalam program…