Sosialisasi Terus Ditingkatkan - Upaya Membangun Hidup Sehat

NERACA

Program Gerakan 21 Hari (G21H) Lifebuoy dapat menjadi acuan semua pihak dalam melakukan edukasi dan sosialisasi cuci tangan pakai sabun (CTPS) agar kebiasaan sehat tersebut terbentuk di masyarakat.

Sedangkan dari hasil riset lembaga penelitian independen global, Taylor Nelson Sofres (TNS), Rabu (12/09) mengatakan, “G21H Lifebuoy menunjukkan ada peningkatan kebiasaan CTPS selama periode penelitian yang menunjukkan perubahan perilaku yang berkelanjutan,” tuturnya.

Sedangkan, Director of Brand Building Skin & Cleansing, PT Unilever Indonesia Tbk, Eva Arisuci Rudjito mengatakan, komitmen PT Unilever Indonesia, untuk terus melakukan edukasi dan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar perilaku CTPS menjadi kebiasaan sehari-hari direalisasikan melalui G21H Lifebuoy. “CTPS upaya promotif dan preventif untuk mencegah masalah kesehatan seperti diare yang masih menjadi persoalan di dunia,” kata dia.

Saat ini secara global kebiasaan CTPS masih tergolong rendah dan diare dilaporkan termasuk penyebab utama anak-anak di dunia kehilangan nyawa. Penelitian London School of Hygiene and Tropical Medicine (LSHTM) di Ghana, India, Madagaskar, Kyrgistan, Senegal, Peru, China, Tanzania, Uganda, Vietnam, Kenya, menunjukkan kebiasaan masyarakat untuk melakukan CTPS di saat-saat penting masih rendah.

Akibatnya, tingkat kejadian diare tercatat tinggi di negara tersebut. UNICEF 2012 melaporkan bahwa diare menyebabkan 801.000 anak kehilangan nyawa setiap tahunnya di dunia. Upaya perubahan perilaku cuci tangan pakai sabun menunjukkan hasil yang membahagiakan dengan adanya penurunan angka dari 1.5 juta anak menjadi 801.000 anak. Ini menjadi semangat tersenidiri untuk Lifebuoy untuk terus berupaya untuk menurunkan angka kematian anak yang diakibatkan oleh diare.

Menurut Robert Aunger, pakar penelitian perubahan perilaku dari LSHTM, mengatakan bahwa penelitian di 11 negara menunjukkan banyaknya perbedaan fundamental faktor penyebab masyarakat memulai prilaku cuci tangan pakai sabun. Penelitian menunjukan faktor yang membedakan masyarakat yang telah memiliki kebiasaan cuci tangan pakai sabun dan yang belum memiliki kebiasaan tersebut.

Dengan mengetahui faktor – faktor ini, kita dapat membuat suatu metode yang efektif dan efisien dalam merubah perilaku masyarakat. Faktor pertama, karena aktifitas mencuci tangan sering terjadi, biasanya setiap hari, maka hal itu bisa menjadi kebiasaan.

Kebiasaan tersebut muncul sebagai respon otomatis dari lingkungan yang telah memiliki kebiasaan tersebut, tersedianya fasilitas seperti air dan sabun serta respons biologis bila melihat sesuatu yang kotor. Masyarakat lainnya, memerlukan motivasi. Kami telah menemukan beberapa motif kunci dalam hal ini.

Rasa jijik adalah motif yang melindungi orang dari ancaman infeksi di lingkungan mereka dengan membuat mereka menghindari penyebab penyakit. Motif untuk melindungi anak dari ancaman apapun, juga dapat dimanfaatkan untuk memotivasi perilaku mencuci tangan.

Berikutnya adalah motivasi untuk afiliasi dengan orang lain, yakni jika mereka berpikir bahwa orang lain mencuci tangan dengan sabun adalah hal yang baik, mereka akan melakukan hal yang sama dengan teman-teman dan tetangga mereka.

Terakhir adalah pada masyarakat yang mengutamakan kesopanan, motif mereka adalah berusaha melindungi sesamanya dari kemungkinan penularan penyakit dari dirinya sendiri. Misalnya masyarakat yang ketika mereka bersin, mereka akan menutup mulutnya dengan sapu tangan. Golongan masyarakat ini hampir pasti akan mencuci tangannya dengan sabun ketika tangannya kotor.

BERITA TERKAIT

Kerja Konkret Jokowi Membangun Papua

  Oleh : Dodik Prasetyo, Pemerhati Ekonomi Pembangunan LSISI Selama 72 tahun Indonesia merdeka pada akhirnya masyarakat Papua dapat menikmati…

Upaya Menyiapkan Generasi Melek Keuangan - FWD Life Olympic 2017 Digelar

NERACA Jakarta - Mempersiapkan generasi muda yang memliki pemahaman keuangan yang memadai merupakan hal penting untuk menciptakan sumber daya manusia…

KOTA SUKABUMI - Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan

KOTA SUKABUMI Pembuatan E-Katalog Barjas Terus Berjalan  NERACA Sukabumi - Proses pembuatan e-katalog yang dilakukan oleh Bagian Barang dan jasa…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Menkes Minta Perempuan Tingkatkan Pengetahuan Tentang Gizi

Menteri Kesehatan Nila Moeloek meminta para perempuan khususnya kepada para ibu untuk meningkatkan pengetahuan tentang gizi guna mencegah terjadinya kasus…

Masalah Kejiwaan di DKI Didominasi Tekanan Ekonomi

Penyebab timbulnya masalah kejiwaan atau gangguan kesehatan mental di DKI Jakarta didominasi oleh tekanan ekonomi dan situasi sosial keluarga."Penyebab paling…

Pentingnya Deteksi dini Tumor dan Kanker Payudara

Kanker payudara merupakan penyakit yang ditandai dengan tumbuhnya sel abnormal, tidak terkontrol pada kelenjar dan jaringan payudara. Karenanya bagi wanita…