Dari Hama Tawarkan Potensi Keuntungan - Budidaya Keong:

Tudingan keong sawah, emas, atau tutut sebagai hama pertanian, nyatanya berpeluang bisnis yang menggiurkan. Olahan pakan ternak hingga aneka kuliner yang mengundang selera makan jadi pilihan. Keuntungan tutut memang berbuntut panjang.

NERACA

Apakah keong sawah (tutut) atau keong emas dapat menawarkan keuntungan? Tentu saja bisa. Salah satunya adalah dengan mengubahnya sebagai pakan ikan atau ternak, bahkan dengan kreatifitas, hewan air tawar ini yang dikenal juga sebagai bekicot dapat diolah menjadi pelbagai kuliner yang menggiurkan.

Keong sawah (Pila ampullacea) atau dikenal dengan tutut mempunyai bentuk cangkang yang berwarna coklat kehitam hitaman dengan ujung cangkang yang agak runcing, sedangkan keong emas (Pomacea canaliculata) mempunyai cangkang yang berwarna keemasan dengan ujung cangkang yang tidak runcing.

Keong emas menjadi hewan yang mengganggu tanaman sawah termasuk merusak padi, penyebaran yang sangat cepat tentu saja mengganggu produksi pertanian. Keong ini memang memiliki kemampuan reproduksi yang luar biasa.

Seiring perjalanan waktu, tinggi produktifitas keong mas alias tutut memaksa beberapa orang berkreatifitas mengubahnya menjadi kuliner yang tak kalah mengundang selera. Bahkan banyak penjaja makanan yang menawarkan menu masakan berbahan dasar dari siput darat ini.

Tengok saja para pelaku usaha yang menyuplai keong sawah dan keong emas yang merasa kewalahan karena permintaan masyarakat mulai membludak. Ditambah anggapan bila tutut dapat membantu mengobati sakit kuning/liver, sakit maag dan sebagai penambah nafsu makan.

Hewan ini bisa dimasak menjadi beraneka resep makanan seperti sate, bumbu gule, sup keong, dan lainnya. Bahkan kita dapat mencoba melakukan diversifikasi menu untuk diolah lebih lanjut dalam bentuk bakso dan kerupuk.

Maka tak salah bila budidaya keong sawah dan keong emas sangat menjanjikan. Pasalnya selain teknik budidayanya mudah, murah investasinya dan juga cepat merasakan hasil panen.

Segudang Manfaat

Bagi para pengembangan ternak itik, keong mas (setelah dicincang) merupakan makanan campuran sebagai sumber protein yang murah. Selain mengandung banyak protein, keong mas juga kaya akan kalsium.

Keong mas dapat juga dijadikan tepung, setelah direbus, dikeringkan dan digiling terlebih dahulu, kemudian dicampur dengan dedak padi dan menir dengan perbandingan masing-masing 3,4 persen, 73,3 persen, dan 23,3 persen.

Penggunaan keong mas sebagai makanan itik sebagai sumber protein hewani telah dilakukan sejak tahun 1985. Akhir-akhir ini banyak wilayah padi dan wilayah ternak itik seperti halnya di daerah Banten, Jawa Tengah, Riau, dan beberapa daerah di Sulawesi dan Kalimantan telah memanfaatkan keong mas ini sebagai sumber pakan itik.

Di Sumatra Selatan misalnya, pemberian ramuan keong mas 10% memberikan pertumbuhan yang baik bagi itik pada periode layer (bertelur). Di Pasaman, penggunaan keong mas untuk pakan itik mampu menaikkan hasil telurnya mencapai 80 persen.

Pemberikan tepung keong mas pada peternakan ayam broiler juga telah dilakukan sejak medio 1996. Tepung tubuh dan cangkang keong mas memberikan nilai pertumbuhan yang cukup baik bagi peternakan ayam.

Hal yang cukup mengejutkan bahwa penggunaan tepung yang berasal dari cangkang keong mas juga memberikan nilai pertumbuhan yang bagus. Selain dalam bentuk tepung, silase daging keong mas juga telah terbukti menjadi sumber pakan ternak bagi ruminansia dan ayam buras.

Pakan yang berbasis protein keong mas pernah diujicobakan pada peternakan burung puyuh (Coturnix coturnix) dan memberikan pertumbuhan yang baik.

Keong mas yang dipotong-potong kemudian ditaburkan pada kolam ikan patin juga telah dilakukan oleh para petani di Kabupaten Bengkalis yang memberikan hasil yang cukup baik bagi pertumbuhan ikan tersebut.

Pada budi daya ikan nila (Orochromis niloticus), komposisi 50% tepung ikan dan 50% telung keong mas memberikan pertumbuhan yang cukup baik, dengan nilai konversi pakan yang rendah.

Di Medan, pakan ikan mas dibuat ransumnya dari keong mas. Dalam pembuatan pakan ikan mas, dapat diperoleh sekitar 170 kg tepung keong mas per minggu. Pada pemeliharaan ikan gabus (Chana striata) yang diberi pakan keong mas memberikan pertumbuhan yang cukup baik. Selain itu, pakan yang dibuat dari keong mas juga telah dilakukan pada pemeliharaan ikan sidat.

Penggunaan keong mas untuk pakan Krustase telah dibuktikan pada udang dan kepiting. Pada budi daya udang windu, penggunaan pakan keong mas sudah dilakukan pula sebagai pakan lobster air tawar oleh beberapa petani yang membudi daya lobster. So keong memang menawarkan peluang bisnis yang menggiurkan.

BERITA TERKAIT

Taiwan Tawarkan Produk Kesehatan ke Pasar Indonesia

      NERACA   Jakarta - Indonesia merupakan negara yang berada di urutan ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi di…

Hakaaston Terbitkan MTN Rp 200 Miliar - Tawarkan Kupon 9,50%

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana aksi korporasi penerbitan surat utang atau medium term notes, PT Hakaaston kembali menjadwalkan ulang…

Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat, Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…

Tips Bertahan di Tengah Bisnis Musiman

Di masa sekarang banyak sekali usaha atau bisnis yang dating. Bahkan tidak sedikit yang umurnya baru seusia jagung sudah tumbang.…