Memasarkan dan Membudidayakan Keong

NERACA

Potensi keong sawah, tutut, atau keong emas, memang mempunyai pasar yang luas, dan untuk membudidayakannya hewan yang dikenal juga sebagai bekicot ini tak butuh persiapan yang rumit, namun mempersiapkan kolam pemeliharaan yang airnya senantiasa mengalir lebih dianjurkan untuk menjaga kualitas air dimana siput ini hidup.

Lankah awal adalah memilih calon indukan yang memiliki ukuran tubuh yang besar dan bentuk badan yang sehat. Dengan masa kawin yang singkat, kelak indukan keong akan menghasilkan telur yang akan menempel di dahan, daun, ranting tanaman yang setelah menetas anakan keong akan kembali ke lingkungan air.

Mempersiapkan situasi kolam seperti habitat asli dimana siput ini hidup akan memudahkan pemeliharaan karena siput atau keong ini dapat mencari makan sendiri. Namun untuk memacu pertumbuhan berat, petani pemelihara dapat menambah asupan makanan berupa daun-daunan yang disukai hewan ini.

Keong sawah dan keong emas ini sangat menyukai daun tanaman seperti daun pisang, daun singkong, daun talas dan daun pepaya. Untuk pemberian pakan dedaunan ini dapat dilakukan sehari dua kali.

Begitu pun dengan menjaga kelembaban kolam juga perlu diperhatikan agar hewan siput ini tetap betah tinggal dikolam pemeliharaan. Menjaga kebersihan kolam dengan senantiasa menyingkirkan bahan berbahaya termasuk limbah kimia agar tidak mengendap didasar kolam, patut diperhatikan. Sehingga keong akan tetap hidup dan terjaga kualitasnya untuk tetap aman dikonsumsi.

Untuk pembesaran keong, selama pemeliharaan selama beberapa minggu akan meningkatkan bobot siput dan siap untuk dipanen.

Saat keoang akan dipanen, selanjutnya adalah memasarkan. Menilik pemasaran keong sawah dan keong emas, dilakukan dengan cara dijual kepada pengepul atau langsung dijajakan ke pasar.

Harga yang dijual dari tingkat petani berkisar Rp. 1.000 hingga Rp 1.500 per kilo, namun bila sudah sampai dipasar harga jualnya mencapai Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilo. Untuk memaksimalkan keuntungan petani, sebaiknya melakukan sortasi panenan dengan menyeragamkan ukuran keong agar harga jualnya meningkat.

Budidaya keong sawah dan keong emas ini cocok dijadikan sebagai usaha sambilan karena tidak membutuhkan perhatian yang ekstra. Terlebih sekarang kian banyak orang yang mencari peluang usaha tanpa perlu modal besar. Nah budidaya keong mampu menawarkan impian anda menjadi pengusaha besar dengan modal kecil, hanya dengan kerja keras dan semangat berusaha.

BERITA TERKAIT

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…

Rig Tender dan Petrus Sepakat Berdamai

Perkara hukum antara PT Rig Tenders Indonesia Tbk (RIGS) dengan PT Petrus Indonesia akhirnya menemui kata sepakat untuk berdamai. Dimana…

BERITA LAINNYA DI PELUANG USAHA

Pertemuan IMF –WB Momentun Perkenalkan Produk UMKM Nasional Dikancah International

Pertemuan tahunan IMF – World Bank (WB)  yang berlangsung di Nusa Bali harus bisa menjadi momentum memperkenalkan produk  usaha mikro,…

Sruput Dinginnya Usaha Minuman Bubble

Meski tidak seheboh dulu minuman bubble . Tapi usaha ini masih menyimpan potensi. Pemain baru usaha ini juga masih muncul…

Jajaki Gurihnya Usaha Jajan Martabak

Jajanan Martabak merupakan salah satu kudapan yang sangat familiar di lidah masyarakat Indonesia. Disajikan dengan berbagai varian rasa, martabak tak…