Pertumbuhan Kendaraan Dorong Konsumsi BBM

Selasa, 18/09/2012

NERACA

Jakarta—Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan alokasi kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selalu meningkat setiap tahun karena jumlah kendaraan juga selalu meningkat. "Jumlah kendaraan yang diproduksi atau lahir selalu bertambah sementara kendaraan yang mati hanya sedikit. Kendaraan lama masih tetap digunakan dan tetap memerlukan BBM," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik di Jakarta,17/9

Lebih jauh kata Jero, berdasarkan perkiraan dari Gabungan Industri Kendaraan Indonesia (Gaikindo), jumlah sepeda motor pada 2013 akan bertambah 10 juta unit. Sedangkan jumlah mobil akan bertambah 1 juta unit.

Pada 2012, pemerintah mengajukan penambahan kuota BBM bersubsidi sebanyak 4 juta kiloliter, dari sebelumnya dialokasikan 40 juta kiloliter. Sedangkan BBM bersubsidi pada 2013 dialokasikan 46,1 juta kiloliter. "Karena itu, kami optimis DPR akan menyetujui penambahan kuota BBM bersubsidi yang pemerintah ajukan. Penambahan sebanyak 2 juta kiloliter setiap tahun rasanya cukup realistis," ungkapnya

Menurut Jero, alokasi BBM bersubsidi pada 2013 sebanyak 46,1 juta kiloliter sudah ditekan dengan adanya upaya penghematan yang dilakukan pemerintah. Bila tidak ada penghematan, maka BBM bersubsidi yang dibutuhkan pada 2013 diperkirakan sebanyak 48 juta kiloliter. "Tetap ada usaha efisiensi dan penghematan BBM yang dilakukan pemerintah. Tapi saya akui upaya itu memang belum optimal," tuturnya

Dikatakan Jero, gerakan penghematan yang dilakukan pemerintah saat ini adalah melarang kendaraan dinas pemerintah serta kendaraan pengangkut usaha pertambangan dan perkebunan untuk menggunakan BBM bersubsidi. "Selain itu juga ada upaya penghematan di PLN dengan tidak lagi menggunakan BBM untuk memproduksi listrik," tukasnya

Sebelumnya, Juru Bicara PT Pertamina, Ali Mundakir mengungkapkan, kuota premium bersubsidi di wilayah DKI Jakarta masih tersisa hingga tujuh hari ke depan. "Jadi, belum habis. Masyarakat tidak perlu khawatir, Pertamina tetap menyalurkan premium secara normal," paparnya

Menurut Ali, sisa kuota premium tersebut masih mencukupi sampai DPR memberi persetujuan penambahannya yang diperkirakan pada pekan ini. Dari catatan, hingga 15 September 2012, kuota premium untuk DKI Jakarta telah terserap sebesar 97,5 %. "Dengan permintaan rata-rata sekitar 6.000 kiloliter per hari, maka kuota BBM yang tersedia masih cukup untuk sekitar tujuh hari ke depan," ujarnya.

Kalaupun hingga lewat tujuh hari belum ada keputusan tambahan kuota, lanjutnya, berdasarkan koordinasi dengan Ditjen Migas Kementerian ESDM dan BPH Migas telah diputuskan pengalihan sebagian sisa kuota minyak tanah ke premium. "Dengan demikian, pasokan prermium tetap aman," cetusnya

Pertamina juga tetap mempertahankan stok di level aman, yaitu sekitar 17 hari untuk premium dan 21 hari solar. "Ketahanan stok menjadi kontribusi Pertamina sebagai perusahaan negara dalam mengamankan ketahanan energi nasional," papar Ali.

Pertamina, menurut dia, berpedoman pada Perpres No 15 Tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumen Pengguna Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dalam pendistribusian BBM subsidi.

Sesuai peraturan tersebut, Pertamina telah memastikan BBM subsidi terdistribusi dengan tepat, seperti melalui penerapan "point of sales" di Kalimantan, penggunaan GPS "tracking system" pada mobil tangki BBM, dan "automation system" di terminal BBM. **cahyo