BPD Lampung Tawarkan Kupon Obligasi Maksimal 9,75% - Tingkatkan Ekspansi Kredit

NERACA

Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) menyelenggarakan penawaran umum obligasi III-2012 sebesar Rp500 miliar dengan nilai kupon dikisaran 8,95% 9,75%, “Obligasi ini menawarkan kupon yang sangat kompetitif dengan seri FR0060 dan bertenor lima tahun. Selain itu obligasi ini memiliki yield di bawah 6%, jadi bisa dibilang cukup tinggi," kata Direktur Utama Bank Lampung Syamsu Rizal di Jakarta, Senin (17/9).

Dia menjelaskan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum obligasi setelah dikurangi biaya-biaya emisi dan dipergunakan untuk pengembangan perseroan, termasuk ekspansi kredit dalam rangka pengembangan usaha.

Dalam penerbitan obligasi ini, bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi ini adalah PT Bahana Securities sedangkan yang betindak sebagai wali amat adalah PT Bank Mandiri Tbk. Sesuai jadwal, penawaran awal obligasi ini dilakukan pada tanggal 17-25 Desember 2012 dan penawaran umum pada 2-4 Oktober 2012.

Sementara pencatatan obligasi di BEI pada 10 Oktober 2012. Untuk penerbitan obligasi ini, perseroan telah memperoleh hasil pemeringkatan efek hutang jangka panjang dengan rating single A dari PT Fitch Ratings Indonesia dan (id)A- (Single A Minus) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Targetkan Kredit Rp 2,6 Triliun

Selain itu, perseroan juga manargetkan penyaluran kredit tahun ini bisa mencapai Rp2,6 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 23,8% bila dibandingkan dengan perolehan sama tahun sebelumnya di 2011 sebesar Rp2,1 triliun.“Target sampai dengan akhir tahun penyaluran kredit kita bisa mencapai Rp2,6 triliun,” kata Syamsu Rizal.

Dia mengaku optimis target tersebut bisa tercapai, mengingat total penyaluran kredit sampai dengan Juni tercatat mencapai Rp2,3 triliun. Dari penyaluran tersebut, komposisi kredit masih dipegang sektor konsumer hingga 80% dan sisanya KUR dan UMKM. “Namun NPL kita tetap terjaga dan terus turun di level 0,8%,” jelasnya.

Untuk menggenjot perolehan tersebut, selain mencari pendanaan lewat penerbitan obligasi sebesar Rp500 miliar, pihaknya sampai akhir tahun akan mendapat suntikan dana dari pemerintah daerah hingga Rp300 miliar.“Oktober kita juga mendapatkan suntikan modal sebesar Rp15 miliar dari pemrov dan Rp15 miliar lagi dari 14 kabupaten,” ungkapnya.

Sementara itu untuk posisi rasio kecukupan modal (CAR), sampai saat ini CAR perseroan berada di level 17,75%. Sampai akhir tahun akan dijaga diatas 18% seiring suntikan dana dari pemda. (lia)

BERITA TERKAIT

Penuhi Prefensi Belanja Online Penggemar Badminton, Yonex Gabung Shopee 2.2 Men Sale

Jakarta, Rutin berolahraga merupakan salah satu upaya agar tubuh tetap sehat. Banyak pilihan olahraga yang bisa dilakukan, salah satunya badminton…

PRODUKSI KERAJINAN ROTAN

Perajin membuat kerajinan berbahan rotan di salah satu industri rumahan di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (22/1/2020). Hasil kerajinan berbahan rotan…

DISKUSI PEMBANGUNAN PLTA BATANG TORU

Principal Brown Brothers Energy & Environment (B2E2) David Brown (kanan) bersama (kiri ke kanan), peneliti Auriga Nusantara Iqbal Damanik, Direktur…

BERITA LAINNYA DI BERITA FOTO

Paparan Kinerja Mandiri

kiri ke kanan. Direktur Treasury, International Banking & SAM Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Direktur Manajemen Risiko Ahmad Siddik Badruddin, Direktur…

BI PERTAHANKAN SUKU BUNGA ACUAN

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis (23/1/2020).…

LABA BRI TEMBUS Rp34,41 TRILIUN

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Sunarso (tengah) berbincang dengan jajaran direksi, disela acara Laporan Kinerja Bank BRI Triwulan…