Perbankan Kurang Dukung Pertanian

NERACA

Palu—Kementerian Pertanian menilai saat ini perbankan kurang mendukung pengembangan pertanian karena mereka hati-hati terkait penyaluran kredit untuk sektor tersebut. “Perbankan takut uangnya tidak kembali, padahal pemerintah telah menjaminnya," kata Menteri Pertanian, Suswono di Palu,17/9

Menurut Suswono, perbankan terlalu berhati-hati saat akan memberikan kredit kepada sektor pertanian. Sektor pertanian dinilai memiliki risiko tinggi jika diberikan pinjaman lunak meskipun hal itu melalui kredit usaha rakyat (KUR).

Bahkan, saat berkunjung ke desa-desa, Suswono mengatakan bahwa perbankan secara terang-terangan meminta jaminan terhadap petani kecil. "Ini yang membuat sektor pertanian susah berkembang. Padahal untuk KUR pemerintah telah menjaminnya," jelasnya

Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini pemerintah telah mengajukan rencana Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani agar para petani lebih terlindungi.

Menurut Suswono, petani adalah kaum yang terjepit. Di sisi lain, harga produk pertanian diharapkan tidak terlalu melambung namun kesejahteraan petani yang sebagian besar hanya buruh harus bisa ditingkatkan. "Ini harus dicarikan solusinya," tuturnya

Sementara itu, Bank Indonesia mencatat jumlah kredit kepada sektor pertanian di Provinsi Sulawesi Tengah masih relatif kecil pada Triwulan I/2011, yakni sebesar Rp327 miliar dengan porsi 2,7 persen dari keseluruhan kredit yang ada.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Rahmat Hernowo mengatakan, kecilnya kredit pada sektor yang memiliki porsi terbesar pada pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah itu perlu menjadi perhatian semua pihak agar bisa ditingkatkan secara bertahap.

Menurut Rahmat, salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mencapai hal itu adalah meningkatkan koordinasi program lintas instansi, yang secara bersama-sama menggarap sektor pertanian. "Harapannya akan menghasilkan 'output' yang lebih baik dibandingkan dengan pelaksanaan program yang dilakukan sendiri-sendiri," katanya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Mitra Sociopreneurs Muda DBS Berbagi Kiat Sukses - Dukung Pertumbuhan Wirausaha Sosial

Membangun kemandirian ekonomi kaum wanita saat ini bukan lagi menjadi pilihan tetapi juga kebutuhan. Oleh karena itu, dalam rangka memberdayakan…

Peran Aktif Perbankan Syariah Dalam Edukasi - Tingkatkan Pangsa Pasar

  NERACA   Jakarta - Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Sumatera Selatan Dodi Reza Alex mengatakan perbankan syariah harus aktif mengedukasi…

XL Tuntaskan Program 1000 Sekolah Broadband - Dukung Penigkatan Kualitas Belajar

NERACA Manado - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) telah menuntaskan program 1.000 sekolah broadband tepat setahun sejak peluncurannya pada…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Andalan Finance Raih Pembiayaan Rp270 miliar dari CIMB Niaga

  NERACA Jakarta - PT Andalan Finance Indonesia (Andalan Finance), menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding) fasilitas kredit pembiayaan senilai…

64 Bank Terdampak Status Gunung Agung

  NERACA Bali - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sebanyak 64 bank umum dan bank perkreditan rakyat terdampak status awas…

Bank Banten Jalin Kerjasama dengan Tokopedia

NERACA Serang - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) menjalin kerja sama dengan PT Tokopedia dalam hal kemitraan strategis…