Provident Agro Tawarkan Saham Perdana Rp 460 Per Saham

NERACA

Jakarta - PT Provident Agro Tbk menawarkan harga penawaran saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) di kisaran harga Rp420-Rp460 per saham. "Valuasi yang digunakan EP per hektar per tertanam, karena 50% kondisi tertanam belum menghasilkan. US$10.500 per hektar per tertanam,"kata Managing Director PT Indopremier Securities Moleonoto di Jakarta, Senin (17/9).

Sementara Presiden Direktur PT Provident Agro Tbk, Tri Buwono mengatakan, jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 1.422.945.000 lembar saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp100 per saham untuk penawaran saham perdana ini.

Nantinya, dana dari hasil penawaran umum saham perdana sekitar 85% akan digunakan untuk belanja modal entitas anak, terkait kegiatan pembebasan lahan dalam rangka perluasan areal perkebunan, penanaman perkebunan kelapa sawit, perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM), dan pembangunan infrastruktur serta fasilitas pendukung perkebunan dan pembangunan pabrik kelapa sawit. Sementara sisanya sebanyak 15% akan digunakan untuk membiayai modal kerja entitas anak antara lain pembelian TBS, pengadaan bahan baku dan biaya operasional lainnya.

Target Penjualan

Pada tahun 2012, perseroan mencatat mengoperasikan 11 perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan tertanam sekitar 42.759 hektare yang berlokasi di Sumatera dan Kalimantan. Saat ini tiga perkebunan di antaranya memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas total 105 ton TBS/jam.

Direktur PT Provident Agro, Devin Ridwan mengatakan, di sisa semester kedua ini perseroan memproyeksikan penjualan Crude Palm Oil (CPO) bisa mencapai 70 ribu-72 ribu ton. "Penjualan CPO di kisaran 70-72 ribu ton. Hal itu didukung 240 ribu tanaman inti ditambah TBS masyarakat sekitar," ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, belum dapat dipastikan kinerja perseroan di tahun ini karena hal itu tergantung dari harga CPO. Hingga Maret 2012, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp107,44 miliar dari periode sama sebelumnya yang hanya sebesar Rp58,90 miliar.

Perseroan mengalami kerugian hingga Rp77,09 miliar sampai dengan Maret 2012. Penurunan tersebut karena adanya cadangan biaya yang mungkin timbul atas proses penyelesaian perkara hukum dan rugi selisih kurs akibat penurunan nilai rupiah untuk periode tiga bulan tahun 2012. Meskipun demikian, pihaknya optimis di awal tahun depan dapat memperoleh laba bersih yang cukup signifikan.

Sebagai informasi, rencananya jadwal penawaran umum saham perdana dilakukan pada 13-14 September dan 17-21 September 2012, tanggal efektif pada 28 September 2012, masa penawaran pada 2-3 Oktober 2012, penjatahan pada 5 Oktober 2012, distribusi saham secara elektronik dilakukan pada 8 Oktober 2012 dan pengembalian uang pemesanan pada 9 Oktober 2012, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Oktober 2012.

Adapun penjamin pelaksana emisi efek yang telah ditunjuk perseroan antara lain PT Indo Premier Securities dan PT DBS Vickers Securities Indonesia. (lia)

BERITA TERKAIT

BEI Kembali Perdagangkan Saham GTBO

Sejak disuspensi di 2015 lalu, kini PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO)…

BEI Bakal Tambah Tiga Sektor Saham Baru - Perbanyak Perusahaan Go Public

NERACA Jakarta – Dalam rangka meningkatkan likuiditas dan transaksi harian di pasar, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana menambah tiga…

NH Korindo Rekomendasi Beli Saham PPRO - Harga Wajar Rp 260 Persaham

NERACA Jakarta - Nilai wajar harga saham PT PP Properti Tbk (PPRO) mencapai Rp260 per unit, lebih tinggi sekitar 32%…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pasok Permintaan PLN - DWGL Kejar Produksi 8 Juta Ton Batu Bara

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan saham perdananya di pasar modal pada perdagangan Rabu (13/12), PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL)…

Samindo Anggarkan Capex US$ 13,8 Juta

NERACA Jakrta - Tahun depan, PT Samindo Resources Tbk (MYOH) perusahaan penyedia jasa pertambangan batu mengalokasikan capex sebesar US$ 13,8…

Permintaan Ban TBR Meningkat - GJTL Genjot Produksi Jadi 3.500 Ban Perhari

NERACA Jakarta - Mengandalkan pasar ekspor dalam menggenjot pertumbuhan penjualan, PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) terus meningkatkan kapasitas produksi dan…