Wait And See Investor, Picu IHSG Kembali Melemah

Selasa, 18/09/2012

NERACA

Jakarta – Derasnya aksi jual pelaku pasar, memaksa indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan ditutup terkoreksi 1,71 poin atau 0,04% ke posisi 4.255,28. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,34 poin (0,05%) ke level 732,87.

Analis Milenium Danatama Sekuritas Abidin mengatakan, IHSG BEI bergerak mendatar dengan kecenderungan melemah melawan mayoritas bursa regional, “Eforia pelonggaran kuantitatif (QE) di dalam negeri mulai kurang marak dan memicu sentimen negatif terhadap indeks," katanya di Jakarta, Senin (17/9).

Dia menambahkan, sebagian pelaku pasar saham mengambil posisi ambil untung (profit taking) merealisasikan keuntungan pada perdagangan akhir pekan lalu. Sementara analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono menambahkan, paska indeks BEI mencatatkan level tertinggi, investor cenderung melakukan aksi ambil untung, kondisi itu memicu IHSG melemah meski tipis.

Menurutnya, sentimen negatif eksternal juga datang berasal dari data produksi industri AS di Agustus yang turun terdalam sejak Maret 2009. Berikutnya, dia memproyeksikan indeks BEI Selasa akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.230-4.270 poin.

Tercatat frekuensi saham yang diperdagangkan sejumlah 163.379 dengan total volume 4,63 miliar. Adapun total saham yang ditransaksikan mencapai Rp 4,91 triliun. Sebanyak 121 saham tercatat mengalami peningkatan sedangkan 114 saham turun. Sementara 93 saham masih enggan bergerak.

Sementara itu, bursa Asia terlihat mixed dengan kecenderungan positif. Namun bursa Shanghai masih saja loyo dengan terus menunjukkan pelemahannya. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Tambang Bukit Asam (PTBA) Rp 950 ke Rp 16.600, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 900 ke Rp 40.800 dan United Tractors (UNTR) naik Rp 700 ke Rp 22.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 1.250 ke Rp 21.500, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 950 ke Rp 48.100, Telkom (TLKM) turun Rp 400 ke Rp 9.250.

Perdagangan sesi I, indeks BEI juga ditutup melemah ke level 4.261,400 dibanding pembukaan. Indeks LQ45 tercatat menguat 0,25% atau 1,818 poin ke level 734,349. Sektor saham pertambangan berkontribusi positif terhadap pergerakan IHSG.

Bursa masih bergerak positif ditopang oleh sentimen global yang cukup positif setelah The Fed mengeluarkan stimulus ekonomi, namun kenaikan indeks yang cukup tinggi kemarin cukup diwaspadai investor terhadap aksi profit taking.

Frekuensi saham yang diperdagangkan. Tercatat frekuensi hanya mencapai 90.546 dengan total volume 2,66 miliar. Adapun total saham yang ditransaksikan mencapai Rp 2,5 triliun. Sebanyak 107 saham tercatat mengalami peningkatan sedangkan 91 saham turun. Sementara 104 saham masih enggan bergerak.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tambang Bukit Asam (PTBA) Rp 1.150 ke Rp 16.800, United Tractors (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 22.750, dan Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 40.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 48.400, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 500 ke Rp 22.500, Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 22.450.

Sebaliknya diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 8,75 poin atau 0,21% ke posisi 4.265,75. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,23 poin (0,30%) ke level 734,76, “Bursa Asia pagi ini dibuka menguat sekitar 0,5% memfaktorkan penguatan harga komoditas dunia, kondisi itu menjadi salah satu katalis IHSG BEI dibuka menguat," kata analis Samuel Sekuritas Adrianus Bias.

Dia menambahkan, eforia peluncuran stimulus baru dengan melakukan quantitative easing (QE) oleh The Fed, berimplikasi pada penguatan harga komoditas dunia dan kembali pulihnya toleransi risiko investor yang ditandai dengan koreksi dolar AS.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 62,57 poin (0,30%) ke level 20.692,35, indeks Nikkei-225 naik 164,24 poin (1,83%) ke level 9.159,39, dan Straits Times menguat 11,77 poin (0,38%) ke level 3.082,29. (bani)