Mandiri Gelar Forum Investasi Indonesia

NERACA

Jakarta--Bank Mandiri bekerja sama dengan Kementerian Keuangan dan Institutional Investor menyelenggarakan Forum Investasi Indonesia (Indonesia Investment Forum/IIF) 2012 yang diharapkan bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan investasi. "Kami berharap dalam forum ini akan tercipta interaksi yang positif di antara para peserta melalui serangkaian presentasi oleh pembicara kunci, diskusi panel dan one-on-one meeting," ujar Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini dalam sambutan acara IIF di Jakarta, Senin.

Menurut Zulkifli, forum yang dihadiri oleh lebih dari 500 investor serta pelaku bisnis dari dalam dan luar negeri tersebut menjadi ajang bagi pemerintah dan kalangan usaha untuk mempromosikan berbagai peluang investasi dan kebijakan yang telah diambil.

Zulkifli mengatakan dukungan Bank Mandiri terhadap pertumbuhan investasi nasional telah diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan promosi investasi di sebagian wilayah di Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia Timur. "Sebelumnya, kami telah menyelenggarakan kegiatan Papua Investment Day, Maluku Investment Day dan Nusa Tenggara Investment Day untuk membangun ekonomi kawasan tersebut," ujarnya.

Dikatakan Zulkifli, target pertumbuhan investasi yang diharapkan lebih tinggi membuat pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,8% pada 2013. "Untuk mengakselerasi investasi, perlu kemitraan pemerintah dan swasta untuk memfasilitasi kegiatan perekonomian sehingga potensi dan peluang yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan nasional," paparnya

Lebih jauh Zulkifli menambahkan sebagai lembaga penyedia jasa keuangan, Bank Mandiri telah mendorong pertumbuhan investasi melalui penyaluran pembiayaan kepada berbagai sektor usaha di Indonesia.

Hingga semester I, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit modal kerja (KMK) sebesar Rp162,6 triliun, naik 31 persen dari KMK yang disalurkan pada Juni 2011 dan penyaluran kredit investasi Bank Mandiri pada periode yang sama mencapai Rp100,9 triliun, tumbuh 20,1 persen secara year on year (yoy). **cahyo

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Ribuan Bisnis UKM Siap Terbitkan Saham di Santara

    NERACA   Jakarta - Setelah mendapatkan izin resmi OJK, Santara platform layanan urun dana siap meluncurkan portfolio bisnis…

Mas Coin Tawarkan Lima Kelebihan Token Utilitas

NERACA Jakarta - Mas Coin, token utilitas hasil kerja sama antara perusahaan penerbit mata uang, Black G dan exchange Latoken…

Bithumb Global Umumkan Generasi Terbaru Pertukaran Aset Digital

  NERACA Jakarta - Bithumb Global, platform global untuk Bithumb Korea – Korea Selatan top pertukaran aset digital, mengumumkan fitur…