Kuartal III, Adira Finance Terbitkan Obligasi Rp 1,627 Triliun

Senin, 17/09/2012

NERACA

Jakarta - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) akan menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2012 senilai Rp1,627 triliun dari obligasi berkelanjutan I PT Adira Dinamika Multi Finance senilai Rp 6 triliun pada 21 dan 24 September 2012.

Informasi tersebut disampaikan perseroan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta kemarin. Disebutkan, obligasi berkelanjutan I PT Adira Dinamika Multi Finance tahap III tahun 2012 senilai Rp1,627 triliun terdiri dari tiga seri. Obligasi seri A senilai Rp376 miliar dengan tingkat bunga tetap 6,50% bertenor 370 hari yang jatuh tempo pada 7 Oktober 2013.

Obligasi seri B senilai Rp578 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 7,75% bertenor 36 bulan yang jatuh tempo pada 27 September 2015. Selain itu, obligasi seri C senilai Rp673 miliar dengan tingkat bunga tetap 8,75% bertenor 60 bulan yang jatuh tempo pada 27 September 2017.

Obligasi tersebut mulai ditawarkan pada 21 dan 24 September 2012, penjatahan pada 25 September 2012, distribusi obligasi secara elektronik pada 27 September 2012, dan pencatatan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 September 2012. Pembayaran bunga pertama obligasi pada 27 Desember 2012.

Perseroan telah menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Standard Chartered Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sebelumnya perseroan telah menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2011 senilai Rp2,52 triliun dan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2012 senilai Rp1,85 triliun. Perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahun 2011 senilai Rp6 triliun.

Sebelumnya, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk memperbesar bisnis syariahnya. Langkah ini diambil lantaran aturan baru soal ketentuan uang muka atau down payment sebesar 25% di sektor syariah tidak terkena.

Garap Bisnis Syariah

President Director Adira, Wily Suwandi Dharma pernah bilang, alasan itulah perseroan melihat ada prospek pembiayaan syariah yang akan terus tumbuh seiring dengan aturan pembatasan uang muka (DP) yang tidak berlaku untuk pembiayaan syariah. “Jadi saya melihat dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang baik dengan kelas menengah yang baik, maka baik syariah dan konvensional akan tumbuh," tambahnya

Lebih jauh Willy mengaku, Adira saat ini mulai serius untuk menggarap sektor pembiayaan syariah. Namun dia belum bisa bicara mengenai pertumbuhan pembiayaan syariah di Adira. Hanya saja, Wily optimis dengan potensi dan peluang di bisnis syariah. Karena masyarakat Indonesia sebagian besar muslim. Ada kemungkinan pada 2012 ini proporsi pembiayaan syariah di Adira ditarget mencapai angka 5% sampai 10% atau Rp 3,2 triliun dari total target pembiayaan 2012 yang mencapai Rp Rp 32 triliun. "Sekarang kita ada unit syariah karena baru, belum bisa bicara tapi saya yakin akan tumbuh cukup baik, 5% sampai 10%," ujarnya

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus Martowardojo membuat aturan, DP kredit motor di multifinance minimal 20%, sementara untuk DPR kredit mobil minimal 25%. (bani)