Jaga Kekuatan Moral KPK

Senin, 17/09/2012

Perkembangan kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belakangan ini patut dimaknai sebagai sebuah pesan yang sangat jelas kepada kalangan koruptor di negeri ini. Bahwa semua orang sama di muka hukum. Artinya, jika seseorang terindikasi terlibat tindak pidana korupsi, otomatis dia akan berhadapan dengan KPK, apa pun status, posisi maupun jabatan serta pangkatnya. KPK pun memberi bukti nyata yang transparan.

KPK kini tidak tebang pilih lagi. Itulah yang setidaknya telah dibuktikan oleh KPK dibawah kepemimpinan Abraham Samad dkk. Berarti, sebuah sinyal tegas perang melawan para koruptor sudah nyala. Ini perang sungguhan, bukan perang-perangan melawan koruptor seperti yang diasumsikan selama ini. Publik mencatat bahwa semua tersangka koruptor, baik yang lemah maupun kuat secara politik, masuk dalam bidikan dan perangkap KPK.

Coba lihat sekarang, di ruang tahanan KPK saat ini sedang mendekam seorang politisi dari partai politik yang sedang berkuasa, karena terlibat kasus suap. Ada mantan deputi gubernur BI yang terlibat kasus suap cek pelawat, serta Bupati Buol. Bahkan belum lama, KPK pun sudah menahan pengusaha besar sebagai tersangka karena diduga menyuap bupati itu. Yang terakhir ini bukan sembarang pengusaha, karena dia juga aktif sebagai pengurus di partai politik yang sedang berkuasa, serta memiliki hubungan istimewa dengan elit penguasa di Indonesia.

Selain mereka yang sudah menjadi tersangka dan mendekam di ruang tahanan, KPK pun masih membidik seorang ketua umum partai politik plus seorang menteri yang terindikasi terlibat kasus Hambalang. Pada kasus manipulasi anggaran pengadaan kitab suci Al Qur’an, tidak tertutup kemungkinan KPK menjerat pejabat tinggi pada kementerian bersangkutan.

Ini menggambarkan sejumlah kasus yang sudah dan sedang ditangani KPK ini sengaja dipaparkan sebagai bukti kinerja KPK memang serius bekerja. Fakta yang membuktikan KPK tidak tebang pilih lagi rasanya lebih dari cukup. Selain itu, jika melihat sosok-sosok yang sudah ditahan, para terperiksa maupun tersangka, hingga figur-figur yang terus dibidik, sebagian besar masyarakat sepakat bahwa KPK memiliki keberanian luar biasa dalam menjalankan fungsinya.

Mengacu pada perkembangan kinerja inilah layak dibuatkan kesimpulan bahwa KPK mulai dan sedang melancarkan perang sesungguhnya terhadap para koruptor. KPK tidak lagi hanya mengincar oknum pejabat daerah, tetapi kini tidak segan-segan membidik orang-orang kuat di ibukota, bahkan termasuk menyentuh anggota kabinet.

Sudah pasti, sikap dan pendirian KPK pada kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Mabes Polri menjadi contoh kasus yang tidak hanya membuat heboh, namun mengejutkan berbagai kalangan. Tindakan menggeledah Korlantas Mabes Polri, dan kesigapan menetapkan seorang jenderal sebagai tersangka itu benar-benar di luar perkiraan banyak orang. Keberanian dan keteguhan KPK mempertahankan posisinya dalam kasus ini merupakan penegasan, dan juga pesan. Penegasan bahwa KPK memiliki keberanian dan tidak tebang pilih. Dan, juga pesan kepada semua koruptor yang belum terjaring. Anda tidak akan lolos jika minimal dua bukti sudah terpenuhi.

Tetapi, sebagai institusi yang diserahi tugas memburu para koruptor, KPK idealnya memang harus berani dan tidak pandang bulu. Juga harus memiliki moral yang kuat untuk mengaktualisasikan perang sesungguhnya melawan kekuatan besar komunitas koruptor di Indonesia. Bukankah segenap rakyat mendambakan KPK yang kuat dan independen demi tumbuhnya efek jera di masa depan?