Bahan Tangani Obligasi Medco Senilai Rp 4 Triliun - Diterbitkan Kuartal Ke-Empat

NERACA

Jakarta – Besarinya biaya yang harus dikeluarkan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) untuk ekplorasi migas, perseroan akan menerbitkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun pada kuartal keempat 2012.

Direktur PT Bahana Securities Andi Sidharta menuturkan, pihaknya akan menangani beberapa penawaran umum obligasi dan IPO pada kuartal keempat 2012. Salah satu penawaran obligasi yang ditangani yaitu obligasi Medco, “Medco telah mengeluarkan obligasi dalam bentuk dolar AS dan Medco akan terbitkan obligasi dengan mekanisme berkelanjutan tetapi Rupiah. Nilainya sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun. Sekarang lagi proses di Bapepam-LK,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

PT Medco Energi Internasional Tbk telah menawarkan obligasi dengan mekanisme penawaran umum berkelanjutan senilai US$150 juta pada 2011. Pada awal Agustus 2012, perseroan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap III tahun 2012 senilai US$20 juta dengan bunga 6,05% per tahun. Tenor obligasi itu 5 tahun yang akan jatuh tempo pada 1 Agustus 2017.

Selain itu, PT Bahana Securities bersama PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Securities, PT Standard Chartered Securities Indonesia akan menangani penawaran obligasi Medco tersebut. PT Bahana Securities juga akan menangani penawaran obligasi berkelanjutan I tahun 2011 PT Bank International Indonesia Tbk (BII)."Kalau BII sekarang lagi book building, ini penawaran obligasi tahap keduanya," kata Andi.

PT Bahana Securities juga menangani penerbitan obligasi PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (BPD) Lampung senilai Rp500 miliar bertenor 5 tahun. Obligasi tersebut mendapatkan peringkat idA- dari Pefindo dan A dari Fitch Ratings. Perseroan membayarkan bunga obligasi setiap tiga bulan. Dana obligasi tersebut akan digunakan untuk ekspansi kredit. PT Bank Mandiri Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Sebelumnya, PT Medco Energi Internasional Tbk juga mengungkapkan biaya ekplorasi hingga Agustus 2012 mencapai US$ 11,66 Juta. Direktur Operasi Medco Frila B Yaman menjelaskan, biaya eksplorasi untuk Blok Rimau PSC mencapai US$ 3,59 juta. "Jumlah biaya kegiatan seismik sampai akhir Agustus 2012 sebesar USD8,06 juta," katanya.

Dia menyebutkan, blok ini terletak di Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan. Perseroan memiliki working intesert sebesar 95% di blok ini. Kontrak untuk blok ini telah diperpanjang hingga 22 April 2023. Sementara untuk Blok Senoro Toili PSC, perseroan menghabiskan US$ 8,06 juta. Blok Senoro Toili ini terletak di Sulawesi Tengah dan dikelola oleh JOB Pertamina Medco Sulawesi. (bani)

BERITA TERKAIT

Suku Bunga Acuan Diprediksi Naik Kuartal IV

      NERACA   Jakarta - Chief Economist PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi suku bunga acuan atau…

Mandom Catatkan Penjualan Rp 2,71 Triliun

Sepanjang tahun 2017 kemarin, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) mencatatkan penjualan sebesar Rp 2,71 triliun. Jumlah tersebut meningkat 7,11% dari…

Indoritel Kantungi Pinjaman Rp 2 Triliun - Gadaikan Saham Anak Usaha

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnis, PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mengantungi pnjaman dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

TBIG Berikan Layanan Kesehatan di Jateng

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Tower Bersama InfrastructureTbk (TBIG) memberikan bantuan pangan dan…

BEI Perpanjang Suspensi GREN dan TRUB

Lantaran belum melakukan pembayaran denda, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperpanjang penghentian sementara perdagangan efek PT Evergreen Invesco Tbk (GREN)…

Bukalapak dan JNE Hadirkan Layanan JTR

Sebagai bentuk komitmen Bukalapak untuk terus berusaha memberikan layanan terbaik dan mengoptimalkan jasa layanan pengiriman barang besar yang dapat mempermudah dan…