Mendulang Untung Produk Reksa Dan Terproteksi

Bapepam- LK Proses 30 Produk Baru

Senin, 17/09/2012

NERACA

Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bappepam LK) saat ini sedang memproses pernyataan pendaftaran sebanyak 30 proses produk reksa dana dari sejumlah manajer investasi, “Sudah ada 30 jenis reksa dana yang sedang proses penyertaan pendaftaran, tapi belum bisa di disclosed dulu,”kata Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bappepam LK Fachri Hilmi di Jakarta akhir pekan kemarin (14/9/).

Dia menjelaskan, pihaknya belum mau menjelaskan secara spesifik terkait perusahaan mana yang telah mendaftar karena masih akan diproses lebih lanjut. Hanya saja, dia mengungkapkan, produk baru yang didaftarkan masih didominasi produk reksa dana terproteksi.

Besarnya minat manajer investasi untuk mendaftarkan reksa dana terproteksi, lanjutnya karena produk tersebut dinilai lebih cocok untuk investor di Indonesia dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Selain itu risiko untuk produk reksa dana ini terbilang rendah dan memiliki banyak variable, “Sampai saat ini dilihat dari sisi jumlah, reksa dana terproteksi tidak pernah mengalami penurunan dan masih menarik untuk investor, “ungkapnya.

Adapun dari sisi manajer investasi, minimal investasinya yang terbilang cukup tinggi juga dianggap cukup menguntungkan. Meskipun demikian, dia mengakui apabila dilihat dari total dana pengelolaan, reksa dana saham memang merupakan yang paling tinggi. “Sampai dengan 11 September, reksa dana saham telah mencapai Rp61,56 triliun disusul dengan reksa dana terproteksi sebesar Rp41,8 triliun.” pungkasnya.

Asal tahu saja, lebih dari 50% atau sekitar 16 dari total produk reksa dana yang sedang diproses Bapepam-LK merupakan jenis reksa dana terproteksi, reksa dana campuran sebanyak lima produk, empat produk merupakan reksa dana saham dan dua produk merupakan reksa dana pasar uang. Sementara, selebihnya merupakan reksa dana indeks, reksa dana ETF, dan dana investasi real estate.

Produk Baru Tumbuh 8,93%

Selain itu, Bapepam-LK juga mengungkapkan jumlah reksa dana di pasar modal mengalami penambahan sebesar 8,93% menjadi 695 produk per 11 September 2012 dari sebelumnya 671 produk per 31 Desember 2011.

Menurut Fakhri Hilmi, bertambahnya produk itu mendorong unit penyertaan reksa dana meningkat menjadi 106,91 miliar unit dibandingkan di akhir tahun lalu yang baru mencapai 98,98 miliar unit. Bapepam-LK juga mencatat, total sekuritisasi dari empat produk reksa dana Efek Beragun Aset (EBA) sudah mencapai Rp1,95 triliun.

Keempat produk EBA itu adalah Danareksa SMF I-KPR BTN, Danareksa SMF II-KPR BTN, Danareksa BTN01-KPR, dan Danareksa BTN02-KPR. Untuk produk reksa dana penyertaan terbatas, regulator pasar modal mencatat total dana kelolaan dari 94 produk RDPT mencapai Rp32,54 triliun.

Rinciannya, sebanyak 75 RDPT non proyek memiliki dana kelolaan Rp30,01 triliun dan 19 RDPT proyek memiliki dana kelolaan Rp2,53 triliun. Sementara untuk nilai kontrak pengelolaan dana (KPD), saat ini ada 36 Manajer Invstasi yang memiliki KPD dengan jumlah investor sebanyak 168 pihak dan nilai dana kelolaannya sebesar Rp59,24 triliun.

Sementara, data pelaku pasar industri reksa dana saat ini adalah 78 perusahaan Manajer Investasi, 16 bank kustodian, 21 pihak sebagai agen penjual efek reksa dana, 2.193 orang sebagai Wakil Manajer Investasi, 14.813 orang sebagai wakil agen penjual efek reksadana dan tiga perusahaan dan tiga orang sebagai penasehat investasi.

Fakhri juga mengatakan, sepanjang tahun ini pihaknya sudah memberikan izin pemisahan kegiatan usaha (spin off) kepada empat manajer investasi (MI) dan tiga izin baru MI,”Saat ini kami juga masih memproses izin dari lima perusahaan yang akan melakukan spin off," ujarnya.

Di sisi lain, sepanjang tahun ini Bapepam-LK juga mencabut izin kepada 13 MI, rinciannya enam perusahaan dicabut karena melakukan spin off, lima MI dikenakan sanksi, dan dua MI mengembalikan izinnya kepada regulator. (lia)