Morotai Resmi Jadi Kawasan Ekonomi Khusus - Industrialisasi Kelautan

NERACA

Jakarta - Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Kita harapkan dengan ditetapkannya Morotai sebagai kawasan ekonomi khusus, maka 15 tahun mendatang Morotai dapat tumbuh sebagai episentrum baru perekonomian dunia," jelas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka pucak acara Sail Morotai 2012 di Desa Juanga, Kabupaten Morotai, Provinsi Maluku Utara, seperti dikutip dari siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan, Minggu (16/9).

Yudhoyono juga menyebutkan, letak Pulau Morotai yang begitu strategis dapat dimanfaatkan menjadi poros baru peta perdagangan di kawasan Asia Pasifik. "Dilihat sisi geografisnya, letak Morotai berada di antara pertemuan kawasan ekonomi timur dan Pasific. Sehingga Morotai memiliki kunggulan geopolitik dan potensi ekonomi yang harus bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," sambungnya.

Di samping itu, Kepala Negara menekankan pentingnya keterpaduan konektivitas antar pulau di kawasan timur Indonesia. "Hal ini penting untuk mendukung Morotai sebagai episentrum baru di kawasan regional pasifik," paparnya.

Morotai sebagai titik awal untuk mengembalikan kejayaan maritim. Apalagi, Indonesia dipercaya menjadi pimpinan Forum Asia - Pacific Economic Cooperation ( APEC ) pada 2013. "Kini, Indonesia memainkan peran penting dan strategis di kawasan Pasifik pasca resesi ekonomi yang melanda dunia," jelasnya.

Yudhono menambahkan, percepatan pengembangan pulau-pulau kecil terluar khsusnya di Morotai ini, akan bertumpu pada sektor kelautan dan perikanan, pertanian, jasa transportasi serta pertambangan.

Selain itu, lanjut Kepala Negara, ada sejumlah daerah yang memiliki kepentingan strategis dan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi kepentingan nasional daerah itu meliputi, Bitung, Morotai dan Biak sebagai beranda terdepan Indonesia.

Penyelenggaraan Sail Morotai ini merupakan momentum emas untuk mempromosikan kekayaan alam dan keindahan alam, khususnya potensi laut yang terdapat di Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara ke Mata Dunia. "Morotai memiliki kekayaan sumber daya alam, wisata alam dan panorama alam bawah laut yang begitu kaya," jelas SBY.

Dalam kesempatan tersebut, SBY didampingi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Menteri Kelautan dan Perikanan memukul gong tifa sebagai tanda pembukaan acara puncak Sail Morotai 2012.

Industrialisasi Kelautan

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif Cicip Sutardjo sehari sebelumnya menjelaskan bahwa, Pulau Morotai merupakan bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Pasalnya pulau ini memiliki potensi ekonomi yang begitu besar sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. "Di Morotai ini, kita dapat mengembangkan sektor kelautan dan perikanan, khususnya industrialisasi kelautan dan perikanan berbasis pada perikanan tangkap," jelas Sharif.

Terkait hal itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara konsisten akan terus mengembangkan pembangunan ekonomi berbasiskan kelautan di kawasan - kawasan kepulauan dan pulau - pulau terpencil. Sektor kelautan merupakan salah satu fokus dari pengembangan MP3EI yang memiliki delapan program utama, yaitu kelautan, pertanian, pertambangan, energi, industri, pariwisata, dan telematika, serta pengembangan kawasan strategis. Kedelapan program utama tersebut terdiri dari 22 kegiatan ekonomi utama.

Sharif menekankan pentingnya pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, yang berorientasi pada pembangunan konektivitas yang terintegrasi dari proses produksi sampai distribusi secara inklusif dan berkelanjutan. Langkah tersebut dapat ditempuh dengan strategi industrialisasi kelautan dan perikanan, yang berbasiskan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. " Potensi perikanan tangkap dan budidaya yang terdapat di Morotai ini begitu besar," jelasnya.

Sharif menyampaikan harapannya agar "pesta bahari" ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini selaras dengan tema yang diangkat dalam "pesta bahari" ini yakni, "Menuju Era Baru Ekonomi Regional Pasifik".

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Thaib Armaiyn dalam sambutan selamat datang di acara pucak Sail Morotai mengatakan, dengan diselenggarakannya Sail Morotai 2012, maka dapat menjadi sebuah ikon baru pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Ia memaparkan, Sail Morotai dapat menjadi lokomotif dalam menarik gerbong ekonomi di Maluku Utara. " Morotai memiliki berbagai keunggulan sumber daya alam seperti, kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata, dan pertambangan," jelasnya.

Pernyataan itu dikuatkan, Dirjen PSDKP Syahrin Abdurrahman. Ia mengatakan, dengan dijadikannya Morotai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus maka pengembangan dan pembangunan ekonomi diarahkan untuk menjawab tantangan dari Kawasan Pasifik yang laju perekonomiannya yang tumbuh dinamis. Salah satunya yakni pengembangan di sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Menurutnya, potensi perikanan tangkap begitu besar. " Terdapat sekitar 150 ribu ton potensi perikanan tangkap, namun baru tergarap sebesar 75 ribu ton atau baru 50 persennya," katanya.

Bahkan dia menggambarkan, kegiatan semacam ini dapat menggerakan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur di lokasi penyelenggaraan secara signifikan. "Morotai ini seperti disulap, padahal 3 tahun lalu Morotai merupakan Kabupaten definitif yang baru terbentuk. Namun sekarang lanjutnya, berbagai fasilitas infrastruktur diperbaiki diantaranya, jalan yang dibangun mengelilingi pulau serta listrik yang dipasang di seluruh area," jelasnya.

Related posts