BCA Raih Peringkat Stabil Dari Fitch Rating

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) meraih peringkat BBB- untuk peringkat long IDR dan AAA untuk national long term rating dari Fitch Ratings. Maka dengan dua peringkat tersebut, BCA mendapatkan outlook stabil.

Informasi tersebut disampaikan Fitch Rating dalam siaran persnya di Jakarta, akhir pekan kemarin. Kata analis Fitch, Ambreesh Srivastava, peringkat BCA ini mencerminkan track record atas kinerja keuangan yang kuat dibandingkan dengan bank di kawasan domestik.

Outlook stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa bank akan mampu mempertahankan profitabilitas yang sehat dan posisi modal, tanpa secara signifikan mengurangi kualitas aset yang kuat. Sementara peringkat short term IDR di F3, support rating 3, support floor rating BB+ dan viavility rating bbb-.

Di sisi lain, Fitch juga memberikan peringkat AA+ untuk national long term rating PT BCA Finance. Lalu national short term rating di F1(idn). Begitu juga dengan rencana penerbitan obligasi I-2012 senilai Rp3,5 triliun ada di peringkat AA+(idn). Peringkat yang sama pun diberikan untuk obligasi III-20120 dan obligasi IV-2011. Lalu obligasi subordinasi I-2010 ada di AA-(idn). (bani)

BERITA TERKAIT

Ini Penjelasan Harga Cabai Merah Stabil Tinggi

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat harga cabai merah keriting dan cabai merah besar di sejumlah pasar tradisional menunjukkan peningkatan…

KKP Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK

NERACA Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia…

Pertahankan Tradisi Tahunan, Kemenperin Raih Opini WTP

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk laporan keuangan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BPII Terima Dividen Tunai Rp 12,99 Miliar

PT Batavia Prosperindo Internasional Tbk (BPII) pada tanggal 12 Juni 2019 memperoleh dividen tunai tahun buku 2018 sebesar Rp12,99 miliar…

Kerugian Steady Safe Susut Hingga 54%

Meskipun masih mencatatkan rugi di kuartal pertama 2019, PT Steady Safe Tbk (SAFE) mengklaim rugi bersih yang dibukukan senilai Rp1,809…

Volume Penjualan SMCB Masih Terkoreksi

Lesunya pasar semen dalam negeri dirasakan betul oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB). Perusahaan yang dulunya PT Holcim Indonesia…