Produk Reksa Dana yang Diminati Masyarakat

NERACA

Industri reksa dana pada 2012 sangat bagus pertumbuhannya walau perkembangannya masih berjalan lambat. Di antara semua jenis reksa dana, produk reksa dana saham dan reksa dana campuran yang lebih diminati oleh investor.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo mengatakan, industri reksa dana pada tahun ini memang masih sangat bagus, namun, yang masih banyak diminati oleh investor yaitu reksa dana pasar uang dan reksa dana saham. “Kita bisa lihat pertumbuhan reksa dana pada tahun lalu saja telah mencetak peningkatan Nilai Aktiva Bersih (NAB) paling tinggi yakni sebesar 49,47%,” tuturnya.

Dia megatakan, banyaknya investor memilih produk ini karena investor melihat produk reksa dana saham dan reksa dana campuran yang masih bagus prospeknya, diikuti dengan risiko dan jangka waktu yang masih jadi pertimbangan investor.

Sedangkan, menilik data Infovesta Utama, perusahaan periset pasar modal, rata-rata return atau imbal hasil reksa dana campuran selama April lalu mencapai 0,63%. Angka itu lebih tinggi daripada imbal hasil reksa dana saham dan return reksa dana pendapatan tetap, yang masing-masing 0,49% dan 0,44%. Namun, jika dihitung sejak akhir tahun 2011, rata-rata imbal hasil reksa dana campuran sebesar 6,67%, masih kalah dengan return reksa dana saham, yaitu sebesar 9,30%.

Kinerja apik reksa dana campuran ini didukung oleh kinerja obligasi pemerintah. Infovesta Government Bond Index (IGBI) tercatat tumbuh 0,48%, sepanjang April 2012. Praska Putrantyo, Analis Infovesta Utama, menilai kinerja obligasi yang cukup baik mampu meredam fluktuasi indeks saham sepanjang April. Jadi, return reksa dana campuran terjaga.

Penempatan portofolio reksa dana campuran oleh manajer investasi di saham-saham lapis kedua juga diperkirakan menjadi penopang kinerja produk itu sepanjang April.

Pilihan Sektor Saham

Indeks LQ45 yang merepresentasikan kinerja saham-saham dengan nilai kapitalisasi besar, justru mengalami penurunan return sebesar 0,17%, sepanjang April lalu. Nah, banyak reksa dana saham yang menempatkan dana di saham berkapitalisasi besar. Ini yang menahan kinerja sebagian reksa dana saham, bulan lalu.

Presiden Direktur Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar mengungkapkan, pilihan tepat atas saham yang menjadi underlying asset produk reksa dana campuran menjadi kunci penentu kinerja.

Produk kelolaan Samuel yakni SAM Syariah Berimbang, mencatat return 5,36%, bulan lalu. Sedangkan jika dihitung sejak akhir tahun, return-nya mencapai 17,77%. "Kami memilih saham di sektor yang berorientasi pasar domestik, yakni infrastruktur, konsumsi, properti, dan telekomunikasi," jelasnya.

Agus optimistis, reksa dana campuran tahun ini mampu memberikan return berkisar 13,5%-18%. Karakter produk ini cocok untuk tujuan investasi di atas dua tahun. Instrumen ini berpotensi memberikan kinerja sesuai pertumbuhan pasar saham. Di saat yang sama, risiko gejolak pasar saham bisa teredam oleh kinerja aset lain, baik itu obligasi maupun pasar uang.

BERITA TERKAIT

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi - Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg

Pemkot Sukabumi Harus Cepat Ambil Langkah Antisipasi Meski Masyarakat Belum Sulit Dapatkan Gas LPG 3 Kg NERACA Sukabumi - Meskipun…

Masyarakat Diminta Tak Berspekulasi Mata Uang Digital

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengharapkan masyarakat tidak berspekulasi untuk berinvestasi di mata…

Tindak Lanjut Sampah yang Berserakan

Masalah sampah di daerah Jl.Inspeksi PAM RT 011 RW 07 Cakung Barat, Jakarta Timur, mohon solusinya setiap kali ada pengangkatan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Mengajari Anak Menabung, Berbelanja, dan Berbagi

Oleh: Yulius Ardi Head, Managed Investment Product Standard Chartered Bank   Akhir musim sekolah telah diambang pintu dan anak-anak akan…

Sukuk Bisa Sebagai Alternatif Pembiayaan Daerah

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto mengatakan penerbitan obligasi berbasis syariah atau sukuk bisa…

Keuangan Syariah: - Akan Stagnan Atau Butuh Terobosan

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad meminta inovasi dan terobosan pelaku industri untuk mengembangkan keuangan syariah, karena tanpa…