Pasca IPO, Nirvana Development Lunasi Utang Rp 300 Miliar

Jumat, 14/09/2012

Menjadi emiten ke-15 ditahun 2012, PT Nirvana Development Tbk (NIRO) berencana segera melunasi utang kepada Delphi Property Investments Limited sebesar Rp300 miliar pada September 2012.

Direktur PT Nirvana Development Tbk Frederick Rompas mengatakan, utang kepada Deplhi Property Investments akan segera kami lunasi dari hasil penawaran saham perdana ini. “Sesuai jadwal pada September 2012 ini akan dilunasi,”katanya di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurut Frederick, utang kepada Delphi Property Investments jatuh tempo pada 2012. Perseroan juga memiliki pinjaman bank antara lain ke Bank Victoria, Bank Sinarmas, dan Bank Capital. Total pinjaman bank terbesar kepada Bank Victoria senilai Rp120 miliar, Bank Capital sekitar Rp80 miliar-Rp90 miliar dan Bank Sinarmas sekitar Rp34 miliar."Pinjaman bank tersebut belum jatuh tempo pada tahun ini," ujar Frederick.

Berdasarkan prospektus perseroan, hingga Februari 2012, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan jasa sekitar Rp26,94 miliar dan laba bersih tahun berjalan sekitar Rp13,56 miliar. Liabilitas perseroan sebesar Rp902,32 miliar pada 29 Februari 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp899,59 miliar.

Ekuitas perseroan mencapai Rp1,21 triliun pada 29 Februari 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp2,10 triliun. Aset perseroan mencapai Rp2,11 triliun pada 29 Februari 2012 dari 31 Desember 2011 sebesar Rp2,10 triliun.

Kinerja Semester I-2012

Hingga semester pertama 2012, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp33 miliar hingga semester pertama 2012 dari target perseroan sekitar Rp40 miliar pada 2012. Sementara pendapatan mencapai Rp100 miliar pada semester pertama 2012 dari target sebesar Rp200 miliar. "Kinerja perseroan didukung dari penjualan ruko di Cirebon," tutur Frederick Rompas.

Presiden Direktur PT Nirvana Development Tbk Andreas Kartawinata mengatakan, pihaknya sedang mengerjakan tiga proyek mulai tahun ini. Proyek tersebut antara lain proyek di Cirebon, Jawa Barat yaitu shopping center, proyek di Solo, Jawa Tengah yaitu shopping center, super block, kondominium, dan convention centre.

Selain itu, proyek di Sampit, Kalimantan Tengah yaitu hotel, shopping centre, dan pusat perbelanjaan. Total proyek tersebut mencapai Rp2,1 triliun."Proyek di Cirebon akan selesai tahun ini, kalau proyek di Solo tahun depan, dan proyek di Sampit selesai pada 2014," ujar Andreas.

Andreas menuturkan, pihaknya cenderung membangun proyek di luar Jakarta. Hal itu dikarenakan perseroan ingin menjadi ikon di sebuah kota dari proyek yang dikerjakan. Saat ini pun, perseroan juga sedang mencari lahan di Semarang dan Kalimantan. NIRO kini memiliki total land bank lebih dari 40 hektar."Kalau kami ingin akuisisi lahan, maka akan akuisisi lahan minimal 5 hektar," kata Andreas.

PT Nirvana Development Tbk mencatatkan saham perdana di papan pengembangan sebagai dengan kode saham NIRO pada perdagangan saham Kamis (13/9). Perseroan meraih dana sekitar Rp630 miliar dari hasil penawaran saham perdana. Jumlah saham yang dilepas sebesar Rp 6 miliar saham atau setara 33,33% dengan harga Rp105 per saham. Saham pendiri sebesar 12 miliar saham. Sehingga total saham yang dicatatkan di BEI sebesar 18 miliar saham.(bani)