Praktek Unduh Ilegal Rugikan Negara Rp12 T - Pembajakan Musik

NERACA

Jakarta--Pemerintah dan para pemangku kepentingan diminta terus bersama-sama melawan praktik unduh (download) lagu secara ilegal untuk mengurangi potensi kerugian industri musik dalam negeri yang mencapai sekitar Rp12 triliun per tahun. "Dengan memerangi pembajakan karya musik, maka industri dalam negeri, terutama para musisi bisa benar-benar ikut menikmati keuntungan dari kemajuan teknologi," kata pengamat teknologi informasi dan penggiat "Heal Our Music", Heru Nugroho, di Jakarta, Kamis.

Menurut Heru, saat ini dampak dari kegiatan bisnis lagu illegal secara digital telah merembet ke masalah sosial karena banyak pekerja yang menggantungkan hidup pada industri musik. "Ada sekitar 2,6 juta jiwa yang terkena dampak sosial karena maraknya lagu illegal. Orang-orang ini akhirnya menganggur," tegasnya

Sesungguhnya ditambahkan Heru, pelaku industri musik memiliki harapan besar terhadap era digitalisasi karena dapat menghindari pembajakan dan meningkatkan pendapatan di masa depan.

Namun kenyatannya, para musisi belum menikmati keuntungan, bahkan dirugikan karena hasil karyanya sama sekali seperti tidak ada harganya menyusul pembajakan yang dilakukan oleh pihak-pihak tak bertanggungjawab. Musisi Abdee Slank mengatakan, kegiatan ilegal dalam bidang musik sampai kapan dan dimana pun akan selalu ada. “Fenomena penyediaan lagu ilegal itu sudah menjadi tren dan mendunia. Tetapi di Indonesia ini tergolong parah," ujar Abdee.

Platform musik legal Diketahui, Kementerian Kominfo telah mencanangkan sosialisasi penghargaan hak cipta musik, termasuk memblokir 20 situs penyedia lagu ilegal pada Juni 2012.

Blokir situs yang kebanyakan mengambil konten lagu melalui situs berbagi 4shared.com itu telah menurunkan trafik ilegal download dari Indonesia, namun dinilai belum memuaskan para musisi.

Sementara itu, musisi Adi KLA mengatakan beberapa waktu lalu para musisi terkesan tidak memberikan perhatian ke perkembangan lagu digital karena adanya Ring Back tone (RBT).

Namun, saat "tsunami" konten seluler pada Oktober 2011 yang mengakibatkan banyaknya masyarakat meninggalkan RBT karena beramai-ramai melakukan "unreg massal", mengakibatkan para musisi tertekan.

Sedangkan CEO GENiD M. Gopal Utiarrachman mengatakan, platform musik digital yang legal bisa menjadi andalan bagi industri musik untuk menutup lobang akibat kerugian maraknya musik illegal di era digital. "Platform musik legal sudah ada berupa gudang musik digital yang berfungsi untuk monitoring dan memudahkan administrasi bagi pemilik lagu," kata Gopal.

Menurut Gopal, tantangan terberat dalam memasarkan musik digital yang legal adalah melawan persepsi di masyarakat tentang internet yang identik dengan gratis. "Apa yang di internet itu gratis, itu tidak benar. Kita harus meluruskan dari sisi hukum, hak cipta, dan lainnya. Jika semua ini sudah benar, saya optimistis industri musik akan bangkit dan menolong semua yang terlibat di dalamnya," ujarnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Bikin Hari Matcha Nasional, Matchamu Targetkan Produksi 1 Juta Sachet

    NERACA   Jakarta - PT Matchamu Muda Manggala mulai banyak melakukan ekspansi bisnis di industri makanan dan minuman.…

Kasus Chuck Dianggap Prestasi, Jaksa Agung Burhanuddin Disebut Halalkan Kriminalisasi Jaksa

  NERACA Jakarta - Jaksa Agung ST Burhanuddin dinilai masih belum bisa membedakan mana kasus kriminalisasi dan kasus murni korupsi…

PDIP Arahkan Indonesia jadi Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi

NERACA Jakarta - Rapet Kerja Nasional (Rakernas) pertama PDI Perjuangan 2020 telah selesai diselenggarakan yang dirangkai dengan peringatan HUT PDI…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Jamin Biodiesel B30 Tidak Pengaruhi Mesin

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin pemanfaatan biodiesel dengan campuran nabati 30…

Kesepakatan Perang Dagang AS - China Berikan Kepastian

    NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kesepakatan perdagangan awal yang ditandatangani Amerika Serikat (AS)…

Reformasi Birokrasi dan Omnibus Law Terwujud, Pertumbuhan Ekonomi Melesat

  NERACA   Jakarta - Perlambatan ekonomi dunia masih menjadi perhatian. Ekonom Bank Dunia menilai perlambatan ekonomi global semakin meluas dan…