Taksi Express Lepas 40% Saham Ke Publik

Rencanakan Listing November

Jumat, 14/09/2012

NERACA

Jakarta – Bila tidak arah melintang, PT Express Transindo Utama memastikan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada November 2012 dengan melepas 20-40% saham ke publik.

Komisaris Utama Express Transindo, Steven Sulistyo mengatakan, raihan dana dari pelaksanaan aksi korporasi ini akan digunakan sebagian besar untuk penambahan armada dan sisanya untuk melunasi utang, “Pelaksanaan IPO dilakukan pada November 2012 dengan menggunakan laporan keuangan April 2012," katanya di Jakarta, Kamis (13/9).

Perusahaan taksi merek Express milik Rajawali Group ini telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas dan JP Morgan Securities untuk menangani penawaran perdana perseroan. Perseroan juga telah melakukan paparan singkat (mini expose) terkait rencana RUPS di hadapan manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI).

Steven menambahkan target raihan dana yang akan diperoleh dari IPO, perseroan belum dapat merinci. "Masih kami hitung, yang jelas di atas Rp500 miliar," terangnya.

Terkait rencana ke depan, perseroan berencana untuk melakukan penambahan taksi armada Taksi Express yang saat ini ada sekitar 7.000 unit, yang sebagian besar terdiri dari sedan Toyota Limo. Saat ini pangsa pasar perseroan mencapai sekitar 20% dan dengan adanya IPO diharapkan pangsa pasar akan semakin bertumbuh.

Sebelumnya, President Director Express Group Daniel Podiman pernah bilang, pihaknya memang berencana menawarkan saham perdana (IPO) pada triwulan IV-2012. Rencana tersebut akan mengincar dana senilai Rp 500 miliar.

Untuk belanja modal tahun ini, kata Daniel, perseroan menganggarkan Rp 300 miliar. Dari dana tersebut, Rp 70 miliar telah digunakan pada semester I lalu untuk meluncurkan 65 unit armada taksi premium Tiara Express. Penambahan ini bertujuan memperkuat bisnis perseroan terutama segmen premium, “Dengan penambahan armada premium ini, sekarang total armada Tiara Express menjadi 108 unit, dan semua beroperasi di Jakarta,” tuturnya.

Daniel mengatakan, dana untuk penambahan armada Tiara Express tersebut porsinya bersumber dari perbankan, yaitu dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 75% dan dari kas internal sebesar 25%. (bani)