Humpuss Intermoda Klaim Bayar Utang Anak Usaha - Bantah Lepas Tanggung Jawab

NERACA

Jakarta – Tudingan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) lepas tangan terhadap anak usahanya Humpuss Sea Transport Pte Ltd (HST) yang tengah digugat pailit, dibantah langsung. Pasalnya, perseroan sebagai pemegang saham 100% HST masih beritikad baik untuk membantu anak usaha dalam menyelesaikan seluruh tuntutan yang ditujukan kepada HST dan anak perusahaan.

Direktur Utama HITS Theo Lekatompessy mengatakan, seluruh kapal yang disewa oleh HST dan anak perusahaannya telah dikembalikan kepada para pemiliknya yang sah, “Nilai kapal-kapal tersebut sepadan dengan utang pokok yang ditagihkan oleh para pemilik kapal pada tahun 2009," katanya di Jakarta, Kamis (13/9).

HTS dan anak perusahaannya, lanjut Theo, telah melakukan pembayaran seluruh tunggakan angsuran sewa yang diketahui kepada para pemilik kapal dan setuju untuk melakukan pembayaran tunggakan angsuran sewa yang ditagihkan seperti diputuskan dalam London Maritime Arbritation (LMAA). Selain itu, perseroan juga akan membayar ganti kerugian immaterial yang ditujukan oleh para pemilik kapal.

Selain itu, hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Humpuss Intermoda Tbk (HITS) menyepakati untuk membayar tagihan utang sesuai dengan kemampuan perusahaan. "Sesuai dengan keputusan dari pemegang saham hari ini, perusahaan dapat menyelesaikan pembayaran utang sesuai kemampuan," kata Theo Lekatompessy.

Dalam RUPS-LB tersebut juga dijelaskan tentang skema pembayaran utang HITS, antara lain melakukan penerbitan saham baru alias right issue, melalui treasury stock, melalui obligasi konversi (convertible bond), melalui penjualan aset perseroan, mencari pinjaman baru dan pembayaran oleh pemilik perusahaan.

Namun demikian, untuk hal terakhir tidak disetujui dalam RUPS-LB. Dengan demikian, hanya ada lima yang dapat dilakukan Humpuss terkait pelunasan utang anak usaha. Sebelumnya, HITS mendapat tuntutan kerugian immateril dari tiga pemilik kapal yang tidak puas dengan pengembalian kapal dan negosiasi pembayaran tunggakan HST senilai Rp1 triliun.

Digugat Pailit

Sebagai informasi, PT Humpuss Sea Transport Pte. Ltd, anak perusahaan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) digugat pailit oleh Linsen International Limited (Linsen) melalui kuasa hukumnya, TSMP Law Corporation.

Sekretaris Perusahaan Humpuss M. Yayak Iskandar mengatakan, permohonan pailit telah disampaikan kepada pengadilan tinggi Singapura terhadap Humpuss Sea di mana pada hearing yang dilakukan pada 23 Desember 2011 ditunda hingga 20 Januari 2012.

Adapun isi dari permohonan pailit Linsen yang diterima kuasai hukum Humpuss, yakni pihak yang mengajukan permohonan pailit di Pengadilan Tinggi Singapura adalah Linsen melalui TSMP Law Corporation selaku kuasa hukumnya.

Disebutkan, Humpuss Sea tidak memiliki kemampuan untuk menyelesaikan kewajibannya terhadap Linsen, serta telah ditunjuk Casimo Borelli dan Jason Aleksander Kardachi sebagai likuidator dari HST.

Saat ini, kinerja Humpuss Sea Transport tidak memberikan kontribusi yang sangat signifikan pada pendapatan konsolidasi perseroan dan anak-anak perusahaan lainnya. Gugatan kepailitan yang diajukan oleh Linsen melalui kuasai hukumnya, sambungnya, tidak mengganggu kegiatan operasional usaha perseroan yang tetap berjalan dengan semestinya. Saat ini, perseroan tengah mempersiapkan penjelasan kepada para pemangku kepentingan. (bani)

BERITA TERKAIT

Anak Sekolah Paling Rentan Terkena DBD

Anak-anak sekolah menjadi kelompok yang paling rentan terkena penyakit demam berdarah dengue."Anak-anak dari pagi dan siang duduk dalam ruang kelas…

TII: Izin Usaha Pertambangan Jadi Celah Korupsi

  NERACA Jakarta - Lembaga Transparency International Indonesia (TII) menyatakan izin usaha pertambangan memiliki sejumlah risiko yang dapat memicu adanya…

Pelindo Klaim Dwelling Time Dibawah 3 Hari

  NERACA   Jakarta - Direktur Utama Perseroan Terbatas Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Elvyn G Masassya mengatakan "dwelling time" atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bidik Lebih Banyak Investor Asing - BEI Gelar Roadshow Pasar Modal Ke Tiongkok

NERACA Jakarta  - Meskipun penetrasi pasar modal di dalam negeri masih rendah, hal tersebut tidak membuat PT Bursa Efek Indonesia…

Bursa Berjangka Belum Optimal - Indonesia Defisit 2.500 Tenaga Pialang

NERACA Palembang – Mendorong Indonesia menjadi tuan di rumah sendiri dalam acuan harga komoditas dunia dan mensejahterakan para petani, merupakan…

Produksi TBS Milik Austindo Tumbuh 8%

NERACA Jakarta – Mulai pulihnya harga komoditas dunia, memberikan dampak berarti terhadap bisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Pasalnya,…