Pemerintah Lelang Sukuk Rp500 Miliar

NERACA

Jakarta--Pemerintah akan melelang lima seri sukuk negara dengan target indikatif Rp500 miliar pada 18 September 2012 untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2012. Adapun lima seri sukuk negara itu terdiri dari satu seri sukuk jangka pendek dan empat seri sukuk berbasis proyek. Kelima seri sukuk itu merupakan penjualan kembali.Demikian keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, di Jakarta, 13/9

Rincian kelima seri sukuk tersebut adalah SPN19032013 (penjualan kembali) dengan imbalan secara diskonto, akan jatuh tempo 19 Maret 2013. Sukuk serini ini menggunakan "underlying asset" barang milik negara (BMN) berupa tanah dan bangunan.

Selain itu seri PBS001 dengan imbalan 4,45 % dan jatuh tempo 15 Februari 2018. Seri PBS002 dengan imbalan 5,45 % dan akan jatuh tempo 15 Januari 2022. Seri PBS003 dengan imbalan 6,00 % dan akan jatuh tempo 15 Januari 2027. Seri PBS004 dengan imbalan 6,10 % dan akan jatuh tempo 15 Februari 2037. Keempat sukuk berbasis proyek tersebut menggunakan "underlying asset" berupa proyek/kegiatan dalam APBN Perubahan 2012.

Lelang lima seri surat berharga syariah negara (SBSN) tersebut akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai agen lelang SBSN. Lelang bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam (multiple price).

Pada prinsipnya, semua pihak, investor individu maupun institusi, dapat menyampaikan penawaran pembelian dalam lelang, namun dalam pelaksanaannya penyampaian penawaran harus melalui peserta lelang yang telah mendapat persetujuan dari Kementerian Keuangan. Pemerintah memiliki hak untuk menjual seri-seri SBSN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari target indikatif yang ditentukan. **bari

BERITA TERKAIT

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Budi Susanto

KPK Lelang Tanah dan Bangunan Budi Susanto NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang tanah dan bangunan mantan…

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Infrastruktur jadi Senjata Pemerintah Atasi Middle Income Trap

      NERACA   Jakarta – Indonesia digadang-gadang akan keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah atau middle income trap.…

Pariwisata Digadang-gadang Bakal jadi Penyumbang Terbesar Devisa

    NERACA   Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan sektor pariwisata Indonesia diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar pada…

LTC Glodok Sediakan Layanan SIM dan STNK Keliling

  NERACA   Jakarta – Pusat perbelanjaan Lindeteves Trade Center Glodok (LTC Glodok) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya mengadakan pelayanan…