Kemenkeu Siap Pangkas Perjalanan Dinas - Capai Rp21 Triliun

NERACA

Jakarta –Kementerian Keuangan siap melakukan penghematan terhadap anggaran perjalanan dinas Kementerian/Lembaga (K/L) pada 2013 bisa mencapai Rp21 triliun. “Itu untuk semua K/L, baik DPR maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), itu juga untuk perjalanan dinas baik ke luar negeri maupun dalam negeri,” kata Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Jakarta, Kamis (13/9).

Menurut Agus, pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan seluruh K/L untuk bisa melakukan penghematan anggaran perjalanan dinas. “Kami berharap tetap dapat melakukan penghematan perjalanan dinas pada tahun depan, makanya akan ditindaklanjuti dengan pembicaraan kepada masing-masing K/L,” ujarnya.

Agus menjelaskan dana perjalanan dinas tersebut untuk lembaga pemerintahan, DPR, BPK dan lembaga-lembaga lainnya. Pada tahun ini, anggaran perjalanan dinas mencapai Rp18 triliun, namun tahun depan anggaran tersebut naik menjadi Rp21 triliun. “Bahwa anggaran non operasional yang tidak utama untuk melakukan penghematan itu selama tiga tahun terakhir ini sudah terus-terusan kita lakukan,” jelasnya.

Dalam nota keuangan dan rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013 pemerintah mengalokasikan anggaran belanja barang sebesar Rp159,2 triliun. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp27,4 triliun atau 14,7% dari APBNP 2012 yang sebesar Rp186,6 triliun. Penyebab turunnya anggaran belanja barang dikarenakan efisiensi belanja perjalanan dinas, seminar, dan konsinyering. Seperti diketahui, pemerintah menganggarkan dana Rp20,9 triliun di tahun 2011 untuk biaya perjalanan dinas PNS. Jumlah ini meningkat Rp 1,3 triliun atau 6,7% dibandingkan 2010 yang sebesar Rp19,6 triliun.

Sebelumnya, Sekretaris Menpan-RB Tasdik Kinanto menjelaskan dalam surat edaran tersebut berisi tentang pembatasan penggunaan anggaran untuk konsinyering, rapat diluar kota, pemakaian fasilitas kedinasan dan jasa konsultan.

Menurut dia, hal ini sesuai dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang langkah penghematan. “Nantinya akan dikaji dan dievaluasi pada instansi masing-masing,” ujarnya.

Tasdik menambahkan, pihaknya juga sudah mengirimkan surat ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengevaluasi anggaran belanja tersebut. “Ini upaya kebijakan pemerintah terkait penghematan anggaran belanja sehingga lebih efektif dan mengamankan fiskal. Apalagi kondisi ekonomi sedang tidak menentu seperti saat ini,”ujarnya.

Menpan dan RB Azwar Abubakar juga menjelaskan, penghematan dilakukan dengan mengurangi jumlah dan peserta perjalanan dinas. Rapat-rapat dengan mengundang orang daerah juga harus dikurangi. Bila memang sangat perlu mengadakan kegiatan,sebaiknya dilakukan dengan koordinasi dan sinergi antara kementerian, lembaga serta pemerintah daerah. “Jangan mengadakan kegiatan sendiri-sendiri sehingga tidak berulang-ulang mengundang orang,” pungkasnya. **bari

BERITA TERKAIT

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0

Menilai Kemampuan Industri di Era Digital, Kemenperin Siap Luncurkan INDI 4.0 NERACA Jakarta -Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan meluncurkan indikator penilaian…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…