Catatkan Rugi, BEI Beri Ruang Provident Agro Untuk Go Public

Lepas 25% Saham Ke Publik

Kamis, 13/09/2012

NERACA

Jakarta – Meskipun mencatatkan kinerja keuangan kuarta I-2012 rugi Rp 77 miliar, rupanya tidak menyulutkan PT Provident Agro Tbk untuk melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) ditahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengatakan, PT Provident Agro Tbk masih bisa melakukan penawaran saham perdana meski mencatatkan rugi Rp77 miliar pada kuartal pertama 2012 dibandingkan periode sama sebelumnya Rp18,23 miliar, “Rugi berjalan posisi Maret 2012, proyeksi akhir tahun masih bisa positif. Selama ini juga sudah ada perusahaan yang memiliki kondisi seperti itu untuk melakukan penawaran saham perdana,"katanya di Jakarta, Selasa (12/9).

Dalam prospektusnya, perseroan akan menawarkan sebanyak-banyak 1.422.945.000 lembar saham atau 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham dalam rangka penawaran saham perdana.

Selain itu, perseroan juga menawarkan saham kepada para karyawan perseroan sebanyak-banyaknya sejumlah 10% dari jumlah saham yang ditawarkan atau sebanyak-banyaknya 142.294.500.

Nantinya, dana hasil penawaran umum saham perdana sekitar 85% digunakan untuk membiayai belanja modal entitas anak, yang berkaitan dengan kegiatan pembebasan lahan dalam rangka perluasan areal perkebunan, penanaman perkebunan kelapa sawit, perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM), pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung perkebunan dan pembangunan pabrik kelapa sawit.

Sedangkan sekitar 15% akan digunakan untuk membiayai modal kerja entitas anak antara lain pembelian TBS, pengadaan bahan baku dan biaya operasional lainnya. Perseroan menunjuk PT Indo Premier Securities dan PT DBS Vickers Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Adapun jadwal penawaran umum saham perdana antara lain masa penawaran awal pada 13-14 September dan 17-21 September 2012, tanggal efektif pada 27 September 2012, masa penawaran pada 1-2 Oktober 2012, penjatahan pada 4 Oktober 2012, distribusi saham secara elektronik dan pengembalian uang pemesanan pada 5 Oktober 2012 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Oktober 2012.

Perseroan dengan 11 perkebunan kelapa sawit ini, memiliki hak atas lahan perkebunan dengan luas total 61.483 hektar. Selain itu, perseroan melalui entitas anak mengoperasikan 3 unit pabrik kelapa sawit (PKS) dengan kapasitas pengolahan gabungan 105 ton TBS per jam.

Perseroan melalui entitas anak usaha yaitu MSS, SAP dan SSS juga memiliki kewajiban sebesar US$1,2 juta kepada Deira Equity pada akhir Juni 2009 lalu. Hingga 30 Juni 2015 (repayment date) Deira Equity memiliki hak untuk mengkonversi seluruh kewajiban terhutang oleh ketiga anak usaha kepada Deira Equity.

Apabila setelah penawaran umum Deira Equity melaksanakan hak untuk mengkonversikan seluruh kewajiban terhutang oleh MSS, SAP, dan SSS kepada Deira Equity atas perjanjian Deira Equity dengan saham baru yang akan diterbitkan oleh perseroan atau melaksanakan haknya untuk melakukan konversi utang menjadi saham di MSS, SAP, dan SSS maka pelaksanaan konversi tersebut akan dilakukan dengan memperhatikan keteuan dan peraturan di pasar modal. (bani)