Bank Dunia Beri Pinjaman PII

Sekitar US$25 Juta

Kamis, 13/09/2012

NERACA

Jakarta--Bank Dunia (Worl Bank) menyediakan pinjaman sebesar 25 juta dolar AS untuk membantu penjaminan yang dilakukan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) untuk proyek-proyek infastruktur kemitraan pemerintah swasta (KPS). "Kami memberikan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan infrastruktur di Indonesia, membangun kapasitas lembaga-lembaga nasional yang memimpin agenda pembangunan negara," sebut Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Stefan Koeberle di Jakarta,12/9

PII telah beroperasi untuk mendukung proyek-proyek infrastruktur KPS. Perusahaan itu akan menilai dan menjamin semua proyek KPS yang memerlukan jaminan dari pemerintah.

Proyek-proyek KPS yang dijamin PII dengan dana pinjaman Bank Dunia, akan ditaksir langsung oleh Bank Dunia. Dalam proses penaksiran ini, Bank Dunia akan melakukan transfer ilmu kepada PII.

Selain memberikan pinjaman untuk pelaksanaan penjaminan, Bank Dunia juga membantu PII membentuk standar operasional bertaraf internasional dan membangun kapasitas internal untuk menyaring, menilai, dan mengawasi proyek-proyek KPS.

Bank Dunia memberikan bantuan teknis senilai 4,6 juta dolar AS untuk meningkatkan kapasitas instansi terkait untuk mempersiapkan KPS. "Bank Dunia telah menjadi mitra Pemerintah Indonesia dalam pematangan konsep, pendirian dan implementasi PII, dan saat ini mereka juga menjadi mitra kami dalam tahap implementasi," sebut Direktur Utama PII, Sinthya Roesly.

Menurut dia, dengan bantuan teknis itu, standar operasional dan prosedur internal PII akan disesuaikan dengan standar internasional. Bantuan tersebut juga memperkuat pelayanan "single window" PII untuk menilai dan menyediakan jaminan bagi proyek-proyek KPS di Indonesia.

Ia menyebutkan, dengan bantuan Bank Dunia, PII dapat menyediakan penjaminan bagi perusahaan-perusahaan swasta yang hendak melakukan investasi di proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan tol, jalur kereta, air minum, irigasi, infrastruktur air limbah, telekomunikasi, pembangkit listrik, fasilitas transmisi dan distribusi.

Kurangnya infrastruktur menekan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan menghambat perbaikan kualitas hidup penduduk, terutama kaum miskin. Proyek-proyek yang didukung PII membuka peluang ekonomi bagi warga untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dulu pada 2010, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) juga memperoleh penjaminan dari Bank Dunia senilai US$ 500 juta. Dengan penjaminan itu, PII bisa menjamin proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia yang nilainya mencapai US$ 2 miliar.

Presiden Direktur PII Sinthya Roesly mengatakan, nilai penjaminan dari Bank Dunia itu masih dalam proses. "PII sedang dalam proses untuk memperoleh dukungan," kata Sinthya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa 11 Mei 2010. **cahyo