InHealth Genjot Premi Hingga Rp1,3 Triliun

NERACA

Jakarta-- PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (InHealth) menargetkan pendapatan premi hingga Rp1,3 triliun pada 2012. Target ini memang dinilai cukup tinggi, namun mampu menjadi motivasi bagi manajemen. "Target premi kita sangat tinggi, pemegang saham kita ingin jauh lebih dari industri, Rp1,3 triliun," kata Direktur Utama InHealth Rosa Christina Ginting, di Jakarta, Rabu (12/9)

Selain target premi yang tinggi, InHealth juga menargetkan laba yang sangat tinggi, yakni Rp210 miliar. Dengan target setinggi itu, hasil investasi harus berada di atas 10 %. "Target labanya lebih besar lagi, kan pemegang saham yang menentukan," ujarnya

Berdasarkan catatan, InHealth membukukan premi sekitar Rp797 miliar hingga Agustus 2012. Angka ini tumbuh 26,9 % dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

InHealth juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai perusahaan sebagai pemegang polis. Secara total tercatat 1.477 perusahaan yang terdaftar. Perusahaan milik negara (BUMN dan BUMD) 94, Institusi pemerintah 51 dan perusahaan swasta 1.332. Sedangkan untuk jumlah jiwa tertanggung tercatat 1,2 juta jiwa.

Sementara dana investasi tercatat sebesar Rp1,27 triliun sampai periode Agustus 2012. Dari dana tersebut, sekira Rp628 miliar atau 65 % diinvestasikan dalam bentuk deposito. Sementara sisanya, diinvestasikan dalam bentuk obligasi sekitar Rp422 miliar, reksadana Rp178 miliar dan saham sebesar Rp24 miliar. "Memang paling banyak kami investasikan dalam bentuk deposito karena kami membutuhkan likuiditas yang tinggi. Sementara untuk saham kami masih kasih porsi kecil-kecil mengingat gejolak pasar yang belum stabil," jelas Direktur Keuangan InHealth Pudjianto

Pudjianto melanjutkan, dari dana investasi tersebut menghasilkan hasil investasi sekitar Rp67,6 miliar. Perolehan hasil investasi tersebut meningkat 86,81 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Produk belum ada yang terkait dengan investasi, makanya hasil investasi banyak berasal dari ekuitas atau modal sendiri," cetusnya. **ria

BERITA TERKAIT

Genjot Pendapatan - AirAsia Tingkatkan Utilisasi Pesawat

NERACA Jakarta – Pangkas kerugian dengan terus meningkatkan efisiensi tengah dilakukan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP). Alhasil, upaya tersebut membuahkah…

Gelar Rights Issue - Central Omega Bidik Dana Rp 2,4 Triliun

NERACA Jakarta — Perkuat modal dan pengembangan smelter, PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) bakal menggelar penerbitan hak memesan efek…

PAD DKI Jakarta Terealisasi Rp44,35 Triliun

  NERACA   Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan pendapatan daerah DKI Jakarta yang ditargetkan sebesar Rp65,81 triliun…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pangkas Biaya Transfer Kliring Jadi Rp3.500/Transaksi

NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) memangkas biaya transfer yang dibebankan perbankan kepada nasabah melalui sistem kliring nasional menjadi…

Tantangan Pengelolaan Keuangan Negara Di Era Digital

      NERACA   Jakarta - Disrupsi teknologi di era digital telah memorak-porandakan tatanan dan model bisnis konvensional yang…

BNI Salurkan KUR Rp245 Miliar di Empat Provinsi

  NERACA   Manado - Realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT Bank Negara Indonesia (BNI) Manado mencapai Rp 245,42 miliar…