Indonesia Diajak Manfaatkan Terusan Panama

Perdagangan Bilateral

Kamis, 13/09/2012

NERACA

Jakarta - Panama merupakan salah satu negara di Amerika Tengah yang strategis secara geografis sehingga menjadi lokasi yang menarik bagi perdagangan dan investasi Indonesia dan memandang Panama sebagai negara yang prospektif di kawasan Amerika Tengah. Karena mempunyai akses dan menjadi hub ke beberapa negara lainnya di kawasan seperti Amerika Latin, Amerika Tengah dan Utara.

Pemerintah Panama mendorong Indonesia untuk memanfaatkan Colon Free Zone (CFZ) dan terusan Panama sehingga selain untuk pasar Panama, produk Indonesia juga dapat menjangkau kawasan sekitarnya. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan, bahwa keberadaan CFZ sebagai pusat aktivitas ekonomi di Panama dapat dimanfaatkan oleh pengusaha Indonesia untuk berinvestasi dan membuka semacam show room untuk produk-produknya agar dapat dipasarkan secara lebih luas.

Sebab, Pemerintah Panama melalui Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Panama Jose Pacheco Tejeira, CFZ telah diberikan fasilitas berupa infrastruktur dan kemudahan dari sisi insentif pajak dan keimigrasian. “Bagi Indonesia, Panama merupakan mitra yang sangat penting dalam kerja sama ekonomi. Oleh sebab itu, informasi terkini dari perkembangan ekonomi Indonesia penting kami komunikasikan dalam kunjungan ini, sekaligus terus mengekplorasi kesempatan-kesempatan bisnis dan investasi yang bisa dikembangkan antar kedua negara,” kata Gusmardi melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (12/9).

Prospek Perdagangan

CFZ letaknya sangat strategis pada jalur masuk terusan Panama serta telah memiliki sarana dan infrastruktur yang lengkap dan terpadu dan telah menjadi salah satu pusat pasar dan distribusi perdagangan dunia. Panama menempati posisi keempat di bawah Brasil, Argentina, dan Chili sebagai negara yang terbesar nilai perdagangannya dengan Indonesia dari kawasan Amerika Latin. Kerjasama bidang perdagangan antara Indonesia dan Panama masih belum banyak dilakukan, namun prospek peningkatan perdagangan kedua negara sangat besar.

Selain itu, Gusmardi pada kunjungannya ke Panama City, telah membawa agenda Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang ternyata menarik perhatian para pengusaha Panama. MP3EI memberikan gambaran bagaimana rencana terintegrasi melalui 6 koridor ekonomi di seluruh Indonesia yang terdiri dari 22 aktivitas ekonomi. Selain menjamin kepastian hukum dibidang ketertsediaan tanah, insentif pajak juga diberikan kepada 129 sektor bisnis, antara lain perkebunan, pertambangan, real estate, elektronik, dan farmasi khusus untuk makanan.

Pemerintah Indonesia juga memberikan pengurangan pajak selama 5 sampai 10 tahun khususnya di sektor logam dasar, kilang minyak, petrokimia, energi terbarukan dan perangkat telekomunikasi. Dia juga mengajak para peserta yang hadir untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia (TEI) ke-27 yang akan diselenggarakan pada Oktober 2012 di Jakarta. “TEI merupakan pameran terbesar bagi produk dan jasa Indonesia, ini membuka kesempatan bisnis dengan Indonesia,” kata Gusmardi.

Total perdagangan Indonesia dan Panama tahun 2011 mencapai US$ 218,7 juta, meningkat 45,1% dibanding tahun 2010 sebesar US$ 150,7 juta. Sementara pada periode Januari-Juni 2012 adalah sebesar US$ 184,9 juta, meningkat 40,8% dibanding periode yang sama tahun 2011 yang sebesar US$ 76,8 juta. Ekspor Indonesia periode Januari-Juni 2012 sebesar US$ 74,1 juta, meningkat 8,32% dibanding periode yang sama tahun 2011 sebesar US$ 68,4 juta. Sementara impor dari Panama periode Januari-Juni 2011 sebesar US$ 8,4 juta dan periode yang sama tahun 2012 sebesar US$ 110,8 Juta. Saat ini Indonesia masih defisit perdagangan dengan Panama sebesar US$ 36,7 juta.

Hubungan perdagangan Indonesia dengan Panama terus meningkat dari tahun 2007 hingga tahun 2011 dengan rata-rata kenaikan sebesar 33,7%. Ekspor utama Indonesia ke Panama adalah alas kaki, suku cadang elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta ban kendaraan bermotor. Sementara dari Panama Indonesia mengimpor vessel untuk penumpang dan barang, tanker, dan ferrous waste & scrap. Sedangkan total perdagangan Panama dengan dunia pada tahun 2011 mencapai US$ 36,4 miliar. Pertumbuhan ekonomi Panama mencapai 10,6% pada tahun 2011 dengan inflasi sebesar 5,9% dan diperkirakan akan tumbuh 7,6% pada tahun 2012.