Peningkatan Urbanisasi Setelah Lebaran Sudah Diantisipasi

NERACA

Pemerintah menyatakan siap untuk mengantisipasi meningkatnya urbanisasi, yang biasanya terjadi saat arus balik Lebaran dari kampung, seperti ikutnya kerabat, keluarga, atau teman/tetangga terdekat. Para pelaku urbanisasi ini pada umumnya ingin mendapatkan penghidupan yang lebih layak dengan mendapatkan pekerjaan di perkotaan.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, sebagian besar pendatang baru tersebut tidak dibekali keterampilan dan keahlian yang cukup untuk mencari pekerjaan yang sesuai.

Akibatnya, urbanisasi dapat menimbulkan gejolak sosial dan ancaman pengangguran yang tinggi di perkotaan termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Menurut dia, problem rutin kita setiap pascamudik adalah meningkatnya jumlah arus balik sekaligus pengikut baru dalam arti urbanisasi. Pendatang baru tanpa keterampilan nekat berangkat ke kota-kota besar di tanah air. Dari tahun ke tahun sebetulnya menurun tapi kita khawatir kalau terus menerus terjadi.

”Urbanisasi dapat menimbulkan gejolak sosial dan ancaman pengangguran yang tinggi di perkotaan," terang Muhaimin di Gedung Kemenakertrans, Jakarta, Kamis (23/8).

Untuk mengantisipasi hal itu, lanjut Muhaimin, pemerintah telah menyiapkan tiga langkah solusi dalam mengatasi masalah yang timbul akibat urbanisasi pascamudik Lebaran.

Pertama, mendorong pemerintah daerah dengan otonomi daerah ini agar terus menerus meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan. Caranya, disamping investasi adalah penciptaan lapangan alternatif pekerjaan sementara maupun pekerjaan tetap, pembangunan infrastruktur melalui padat karya.

“Oleh karena itu, Kemenakertrans akan terus memback up pemerintah daerah untuk membuat perencanaan ketenagakerjaan yang baik terutama di daerah-daerah basis tenaga kerja di sekitar di kota-kota besar. Perencanaan tenaga kerja itu penting supaya tidak terjadi penumpukan,“ kata Muhaimin.

Kedua, pemerintah terus mendorong memberikan program-program alternatif seperti kewirausahaan, pelatihan kemudian teknologi serba guna, padat karya produkltif, lalu kegiatan kegiatan yang kita harapkan melalui MP3EI penciptaan dan pembangunan ekonomi kawasan.

"Yang ketiga kita juga berharap di kota-kota besar juga mulai memperketat diri untuk tidak memudahkan penganggur menumpuk di kota-kota besar," ujarnya.

“Saya setuju dengan operasi yustisi termasuk yang kita dorong transmigrasi dari kota-kota besar. Program ini akan mengurangi tingkat pengangguran. Akan tetapi yang paling penting dari ketiga hal itu adalah memperketat perencanaan tenagakerja baik di tingkat perusahaan maupun daerah," ujarnya. (agus/dbs)

BERITA TERKAIT

Tol Pandaan – Malang Ditargetkan Berfungsi Lebaran 2018

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Malang menargetkan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang (37,62…

Kasus Ibu Mariana Sudah Selesai di Mahkamah Agung

Kasus Ibu Mariana Sudah Selesai di Mahkamah Agung NERACA Jakarta - PT Asuransi Allianz Utama melalui Head of Corporate Communications,…

Bank Lambat Turunkan Suku Bunga - WALAU KEBIJAKAN MONETER SUDAH LONGGAR

Jakarta-Bank Indonesia menilai transmisi pelonggaran kebijakan moneter melalui penurunan suku bunga acuan hingga 75 basis poin masih lambat mempengaruhi perkembangan…

BERITA LAINNYA DI

Brio Satya Jadi Model Terlaris Honda Pada September 2017

Honda mencatatkan angka penjualan kendaraan sebanyak 15.112 unit sepanjang bulan September 2017. Penjualan tersebut didukung beberapa model andalan, terutama Brio…

Diskon Besar

Federasi pembuat mobil Jerman memperkirakan adanya kenaikan penjualan mobil tahun 2017 menyusul langkah cepat konsumen untuk membeli mobil baru yang…

Crown Rancangan Ulang Dipamerkan di Tokyo Motor Show

Toyota Motor Corporation (TMC) dijadwalkan akan memamerkan Crown Concept, sedan mewah Toyota yang dirancang ulang dari nol, di Tokyo Motor…