Selama 4 Hari Raih Sejumlah Kontrak Dagang - Peluang Pasar Italia

NERACA

Jakarta - Partisipasi Indonesia dalam acara International Home Show MACEF Milano 2012, Italia yang diselengarakan selama 4 hari pada awal bulan September kemarin, telah memberikan hasil transaksi retail sebesar US$388 ribu, dan tercatat sejumlah komitmen kontrak dagang. Produk yang ditawarkan dalam bentuk kerajinan rotan dan tenun tercatat sebagai komoditi terlaris.

Terjadinya transaksi retail dan berbagai kontrak dagang, selain menunjukkan masih adanya harapan untuk memperluas penetrasi ekspor produk kerajinan juga diharapkan dapat mendukung upaya mempertahankan nilai ekspor Indonesia ke pasar Eropa secara umum ditengah situasi ekonomi Eropa yang masih sulit.

Italia juga memiliki keuntungan sebagai negara yang memberikan akses ke negara-negara Eropa Utara, negara-negara Mediterania dan negara-negara Eropa Timur. “Kami meyakini bahwa produk dekorasi rumah, interior, dan kerajinan Indonesia memiliki potensi ekspor yang luar biasa. Produk-produk dimaksud memiliki unsur bahan dasar logam, anyaman (rotan), tekstil, kaca, batu, kulit, dan serat alam/kayu yang tersebar di seluruh Indonesia,” urai Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan, Pradnyawati melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (12/9).

Partisipasi tahun ini merupakan hasil kerja sama dari Dewan Kerajinan Nasional (Dekarnas), Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Bank Mandiri. Menampilkan furnitur rotan dan pernak-pernik dekorasi rumah, interior, dan kerajinan Indonesia sebagai elemen interiornya. Produksi para desainer dan perajin dari berbagai daerah ini didesain khusus dengan sentuhan desain modern dalam rangka memenuhi selera pasar internasional.

Produk Heritage

Sebanyak 17 perusahaan yang turut berpartisipasi dalam pameran ini menampilkan produkunggulan masing-masing. Produk-produk tersebut dihasilkan dari karya cipta dan kearifanlokal yang diturunkan secara turun temurun (heritage-based) dan menggunakan bahan yangramah lingkungan. “Oleh karena itu, produk yang diutamakan bersifat unik serta memiliki dayasaing dan daya tarik tersendiri di pasar global. Setiap produk juga telah melalui tahap seleksidan kurasi ketat oleh Dekarnas dan Kementerian Perdagangan,” ujar Ketua Bidang Pameran dan Kerjasama Luar Negeri Dekarnas Yasmin Wirjawan.

Italia merupakan mitra dagang Indonesia ke-15 atau 1,6% dari kontribusi total ekspor Indonesia. Ekspor Indonesia ke Italia tercatat sebesar US$ 3,17 miliar sedangkan impor Indonesia dari Italia tercatat sejumlah US$ 1,22 miliar atau surplus untuk Indonesia sebesar US$ 1,94 miliar. Selama periode Januari-Mei 2012, ekspor Indonesia ke Italia tercatat mencapai jumlah US$ 900,9 juta sedangkan impor Indonesia dari Italia tercatat US$ 552,4 juta.

Produk ekspor Indonesia ke Italia antara lain produk kimia, batu bara, minyak kelapa sawit, produk karet, kopi, alas kaki, produk makanan (seafood), serta tekstil dan produk tekstil. Sedangkan, produk impor Indonesia dari Italia antara lain pipa, komponen kendaraan, mesin-mesin industri, tekstil dan produk tekstil, serta kendaraan bermotor.

BERITA TERKAIT

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia - Sharp Mengajak Siswa di Jember Peduli Lingkungan

Menanamkan budaya tanggung jawab dan peduli pada lingkungan sejak dini merupakan cara yang tepat agar hal tersebut menjadi kebiasaan positif…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Niaga Bilateral - Indonesia-Amerika Berkomitmen Tingkatkan Nilai Perdagangan

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Arlinda menyatakan Republik Indonesia dan Amerika Serikat berkomitmen meningkatkan…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

Data BPS - Ekspor Industri Pengolahan Turun 6,92 Persen di Desember 2018

NERACA Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir ekspor industri pengolahan pada Desember 2018 mengalami penurunan 6,92 persen jika dibandingkan…