Sains Tumbuhkan Karakter Positif Anak

Sabtu, 15/09/2012
NERACA Sains atau Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang pokok bahasannya adalah alam dengan segala isinya. Hal yang dipelajari dalam sains adalah sebab-akibat, hubungan kausal dari kejadian-kejadian yang terjadi di alam. Menurut Powler (dalam Winataputra 1993), sains adalah ilmu yang sistematis dan dirumuskan dengan mengamati gejala-gejala kebendaan, dan didasarkan terutama atas pengamatan induksi. Carin dan Sund (1993) mendefinisikan sains sebagai pengetahuan yang sistematis atau tersusun secara teratur, berlaku umum, dan berupa kumpulan data hasil observasi dan eksperimen. Aktivitas dalam sains selalu berhubungan dengan percobaan-percobaan yang membutuhkan keterampilan dan kerajinan. Sains dan tekhnologi dapat berkembang melalui kreativitas penemuan (discovery), penciptaan (invention), melalui berbagai bentuk inovasi dan rekayasa. Kegunaan nyata IPTEK bagi manusia sangat tergantung dari nilai, moral, norma dan hukum yang mendasarinya.“Dalam unsur iptek muncul kreativitas dan inovasi,” kata Muhammad Nuh. Pendidikan sains terhadap anak tidak hanya menambah wawasan mengenai sains, tetapi juga ikut menumbuhkan karakter-karakter positif anak yangmerupakan pilar-pilar karakter anak bangsa. Karakter rasa ingin tahu, berpikir kritis, berani mencoba merupakan beberapa karakter yang dapat tumbuh karena mencintai dunia sains. Pembelajaran sains pada anak usia dini memiliki beberapa tujuan yaitu membantu pemahaman anak tentang konsep sains dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. membantu pertumbuhan minat anak usia dini untuk mengenal dan memperlajari benda serta kejadian dilingkungan sekitarnya. Membantu anak untuk menerapkan berbagai kehidupan konsep sains untuk menjelaskan gejala-gejala alam dan memecahkkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. membantu anak usia dini untuk mengenal dan memupuk rasa cinta kepada ala sekitar sehingga menyadari keagungan sang pencipta.