Jawa Tengah Pertahankan Gelar Juara Umum OSN

Sabtu, 15/09/2012
NERACA OSN XI 2012 dengan tema “Membentuk Generasi Emas yang Inovatif, Berbudaya, dan Berdaya Saing” diikuti sebanyak 3.000 peserta dari seluruh provinsi di Indonesia yang terdiri atas siswa SD, SMP, SMA, SMK, dan siswa Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), serta guru SMP dan guru SMA. Proses seleksi olimpiade dilakukan mulai dari tingkat sekolah, tingkat daerah hingga tingkat nasional. Kegiatan OSN sebagai salah satu bentuk sarana aktualisasi para siswa dan guru dalam menampilkan hasil belajar-mengajar di kelas. OSN sekaligus wahana menumbuhkembangkan semangat berkompetisi dan tradisi berprestasi baik di tingkat nasional maupun tingkat internasional. Sepanjang penyelenggaraan OSN telah banyak siswa yang berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang kompetesi olimpiade pada level dunia dan telah berhasil membawa nama harum bangsa Indonesia. “Juara-juara OSN di tingkat nasional kita bina dan disaring untuk dikirim ke tingkat internasional. Hasil perolehan juara ini terbukti sangat kompetitif di tingkat internasional,” kata Direktur Pembinaan SMA Totok Suprayitno saat memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Jakarta, Jumat (31/08/2012). Provinsi Jawa Tengah berhasil menjadi juara umum pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) XI/2012, yang berlangsung di Provinsi DKI Jakarta pada 2-7 September 2012. Para pelajar dan guru asal provinsi tersebut mengumpulkan 96 medali yang terdiri atas 23 medali emas, 39 medali perak, dan 34 medali perunggu. Melalui prestasi ini, Jawa Tengah mampu mempertahankan gelar juara umum OSN selama dua tahun berturut-turut. Posisi kedua diraih Provinsi DKI Jakarta dengan menyabet 74 medali terdiri atas 18 medali emas, 24 medali perak, dan 32 medali perunggu, sedangkan di tempat ketiga Provinsi Jawa Timur dengan meraih 69 medali terdiri atas 13 medali emas, 24 medali perak, dan 32 medali perunggu. Adapun juara OSN Guru, yang tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua kalinya, menempatkan Jawa Timur sebagai peraih medali terbanyak dengan dua medali emas, satu medali perak, dan empat medali perunggu. Pengalungan medali dan penganugerahan gelar juara umum OSN diselenggarakan di Gedung Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (6/09/2012) malam. Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim menutup secara resmi kegiatan tersebut. Musliar menyampaikan, suatu kebanggaan memiliki putra-putri bangsa dan guru-guru berprestasi seperti para peserta OSN tahun ini. Dia menuturkan,bukan tidak mungkin jika siswa-siswi yang menjadi peserta OSN ini dapat menjadi pemimpin atau orang hebat Indonesia. “Jika semangat kompetisi ini terus terjaga, saya yakin hal tersebut dapat benar-benar terwujud” katanya. Nadia Amalia, siswa SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta tidak menyangka dapat merebut medali emas untuk bidang ilmu ekonomi. Ia mengaku prestasi yang diperolehnya ini jauh melebihi target dari yang dia harapkan. “Saya habis-habisan berjuang di OSN ini. Setiap hari membawa buku Ekonomi agar setiap ada waktu luang, saya manfaatkan untuk membacanya,” katanya usai menerima medali. Sementara itu, Alfian Rismawan, siswa asal SMA Negeri 3 Yogyakarta tak henti-hentinya berjingkrak bersama teman seperjuangannya sebagai wujud kegembiraannya meraih medali perak bidang Komputer. “Sudah masuk ke tingkat nasional saja sudah senang. Ternyata dapat medali perak. Saya senang sekali,” ucapnya.